News  

Kajian Ahad Pagi di Masjid Baitul Karim: Ustadz Shohibul Anwar Tekankan Dakwah Tanggung Jawab Setiap Muslim

Ustadz Shohibul Anwar, MHI, ketua Bidang Pelayanan Umat DPP Hidayatullah, mengisi Kajian Ahad Pagi dengan tema “Fiqh Dakwah”  yang digelar di Masjid Baitul Karim, Jakarta Timur,  Ahad, 15 Maret 2026. (Foto: Dok Hidayatullah)

Milenianews.com, Jakarta– Dakwah sering dipahami sebagai tugas para ulama atau dai saja. Padahal dalam ajaran Islam, dakwah merupakan tanggung jawab bersama umat agar nilai-nilai kebaikan terus hidup dari generasi ke generasi.

Pesan tersebut disampaikan Ustadz Shohibul Anwar, MHI, ketua Bidang Pelayanan Umat DPP Hidayatullah, dalam Kajian Ahad Pagi yang digelar di Masjid Baitul Karim, Jakarta Timur,  Ahad, 15 Maret 2026.

Dalam kajian bertema “Fiqh Dakwah” itu, ia menjelaskan bahwa dakwah merupakan sebab datangnya nikmat terbesar bagi seorang Muslim, yaitu hidayah. “Kita ini mendapatkan nikmat terbesar, yaitu hidayah, karena ada orang yang mendakwahkannya,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa Islam sampai ke berbagai wilayah dunia melalui perjuangan panjang para dai yang rela meninggalkan kampung halaman demi menyampaikan risalah kebenaran.

“Negeri ini jaraknya ribuan mil dari tempat lahirnya ajaran Islam. Ada orang-orang yang meninggalkan kampung halaman, menyusuri dunia, menyeberang lautan, hingga Islam datang ke sini. Dakwah itu berlangsung dari generasi ke generasi,” jelasnya.

Sejarah Islam juga mencatat bagaimana para sahabat Nabi menyebarkan dakwah hingga ke berbagai wilayah. Salah satu di antaranya adalah Sa’ad bin Abi Waqash, yang dikabarkan berdakwah hingga ke negeri China.

Baca JugaPanitia Bersama Syiar Ramadhan Pesantren Hidayatullah Surabaya Gelar Silaturahim dan Buka Puasa Bersama Tokoh Masyarakat

Karena itu, menurutnya, setiap Muslim memiliki tanggung jawab untuk ikut menyampaikan kebaikan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. “Oleh karena itu setiap Muslim punya kewajiban berdakwah, meskipun pemahaman keislaman kita sedikit,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterbatasan ilmu tidak boleh menjadi alasan untuk menjauh dari dakwah. Justru hal itu harus menjadi motivasi untuk terus belajar agar pemahaman Islam tetap lurus.

“Kalau pengetahuan tentang Islam sedikit, maka harus belajar atau mengikuti fatwa-fatwa ulama, sehingga umat tetap memiliki pemahaman Islam yang benar,” jelasnya.

Melalui kajian ini, Ustadz Shohibul Anwar berharap semakin banyak umat Islam yang peduli terhadap persoalan dakwah. Menurutnya, dakwah bukan hanya aktivitas ceramah, tetapi usaha bersama agar masyarakat semakin taat kepada Allah dan menjauhi kemaksiatan.

Dari Masjid Baitul Karim pagi itu, satu pesan kembali menguat: dakwah adalah amanah bersama. Ketika setiap Muslim mengambil peran dalam menyampaikan kebaikan, maka nilai-nilai Islam akan terus hidup di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *