Milenianews.com – Akhirnya guys! Sejarah panjang terukir dan ribuan suporter fanatik Napoli dipaksa menerima satu kenyataan kalau sepak bola tidak bisa dipesan sesuai ekspektasi. Di Stadion Diego Armando Maradona, Rabu (11/2) dini hari WIB, Napoli datang dengan nama besar, tetapi Como 1907 pulang membawa cerita bersejarah sekaligus tiket semifinal Coppa Italia.
Partai perempat final Coppa Italia musim 2025-2026 antara Napoli dan Como digelar pada Selasa (10/2) waktu setempat. Di atas kertas, laga ini terlihat rapi dan mudah ditebak. Napoli adalah tuan rumah, Como tamu yang seharusnya tahu diri. Namun, seperti kehidupan sehari-hari, realitas sering menolak logika yang terlalu percaya diri.
Baca juga: Napoli berhasil Menjuarai Coppa Italia 2019/20, setelah menang Adu Penalti dari Juventus
Titik Bersejarah Como 1907
Como 1907, klub asuhan Cesc Fabregas tampil dengan sikap khas orang yang terbiasa hidup tanpa kemewahan yang hemat peluang, rapi dalam bertahan, dan sabar menunggu kesalahan. Kesabaran itu terbayar pada menit ke-39, ketika Martin Baturina berdiri di titik penalti. Tanpa drama, tanpa selebrasi berlebihan, bola masuk ke gawang Napoli. Skor 0-1, dan stadion mendadak terasa sunyi.
Napoli tentu tidak mau dipermalukan di rumah sendiri. Baru satu menit babak kedua berjalan, Antonio Vergara menyamakan kedudukan setelah memaksimalkan operan Rasmus Hojlund. Skor 1-1 seolah mengembalikan dunia ke jalurnya. Setidaknya, bagi mereka yang percaya bahwa pada akhirnya, nama besar akan selalu menemukan jalan keluar.
Namun hingga waktu normal berakhir, tidak ada gol tambahan. Pertandingan pun berlanjut ke babak adu penalti yang oleh banyak pengamat disebut paling jujur dan paling kejam. Di titik ini, sejarah dan reputasi tidak bisa menolong siapa pun.
Bagi pengamat sepak bola, keberhasilan Como 1907 melaju ke semifinal Coppa Italia adalah sindiran halus bagi romantisme berlebihan terhadap klub-klub besar. Fabregas tidak menjual sepak bola indah penuh gaya. Ia menjual ketenangan, disiplin, dan kesadaran bahwa satu kesempatan bisa mengubah segalanya.
Ketika adu penalti memastikan Como sebagai pemenang, perayaan berlangsung apa adanya. Tidak ada pesta besar, hanya pelukan singkat dan tubuh-tubuh yang jatuh ke rumput, lelah namun lega. Seperti rakyat biasa yang jarang menang besar cukup tahu bahwa hari ini, usaha mereka tidak sia-sia.
Baca juga: Eriksen Bawa Inter Singkirkan AC Milan di Coppa Italia 2020/21
Napoli tersingkir di kandang sendiri. Como 1907 melangkah ke semifinal. Dan Coppa Italia kembali memberi pelajaran lama dengan cara yang sedikit menyentil: dalam sepak bola, tidak ada jaminan bagi yang besar, dan selalu ada ruang bagi yang berani bertahan lebih lama.
Kemenangan ini membawa Como 1907 ke semifinal Coppa Italia untuk pertama kalinya dalam 40 tahun, dan mereka akan menghadapi Inter Milan di babak berikutnya. Sementara Napoli harus fokus pada perburuan posisi empat besar Serie A.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.











