Milenianews.com, Bandung– Imam ibnu Qayyim pernah berkata, ada tiga ciri kebahagiaan, kegembiraan bagi seorang hamba, di dunia ini dan kelak di akhirat nanti.
Tiga ciri kebahagiaan itu yang PERTAMA ialah:
إذا أنعم عليه شكر
“Dia menjadi orang yang bersyukur kepada Allah tatkala Allah memberikan nikmat kepadanya,” kata Ustadz M. Yoga Firdaus M.Ag. saat mengisi Kuliah Dzuhur, Kajiab Ba’da Shalat Berjamaah, di Masjid Raya Al Jabbar, Bandung, Kamis (14/8/2025).
Sebagaimana kata Allah:
وَّاشْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ
Syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.
Dalam ayat lain:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”
Ustadz Yoga Firdaus melanjutkan, kemudian ciri kebahagiaan KEDUA ialah:
وإذا ابتلي صبر
“Dia menjadi orang yang sabar, tatkala mushibah dan bala serta malapetaka mengenainya,” ujarnya.
Mengapa? “Karena kita yakin dan dia yakin bahwa hidup ini adalah ujian,” kata Ustadz Yoga Firdaus. Dan itu, Allah nyatakan dalam Al-Qur’an:
اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ
Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya dengan) berkata, “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji?
Kemudian ciri kebahagiaan KETIGA ialah:
إِذَا أَذْنَبَ اسْتَغْفَرَ
“Apabila ia melakukan kesalahan dan dosa, maka segera ia beristighfar memohon ampun kepada Allah SWT,” kata Ustadz Yoga Firdaus.
Sebagai contoh, janganlah memilih sibuk membicarakan keburukan orang lain, karena bisa jadi yang dibicarakan itu sedang sibuk beristighfar dan bertaubat kepada Allah SWT. Nah, jikalau kasusnya sepeti ini, maka yang beruntung siapa? Apakah yang membicarakan atau yang dibicarakan?
“Ibarat gula yang larut di dalam secangkir teh. Syukur, sabar, dan istighfar adalah sumber kenikmatan. Jembatan elite menuju kebahagiaan. Tanpanya, segala perjuangan akan mudah tersirnakan. Lewat syukur, sabar, dan istighfar, anugerah indah dari Allah SAW kita akan dapatkan. Aamiin YRA,” papar Ustadz Yoga Firdaus.






