Milenianews.com – Pada Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 1443 H, Telkomsel berupaya memaksimalkan pengalaman digital bagi seluruh pelanggan. Selama momen RAFI tahun ini, Telkomsel mencatat adanya lonjakan trafik layanan data hingga 45,2 Petabyte (PB). Atau tumbuh sekitar 21% dari momen yang sama di tahun sebelumnya.
“Perayaan Idul Fitri kali ini sebagai momentum untuk terus membuka lebih banyak peluang lebih luas bagi masyarakat dalam menjaga tali silaturahmi dengan membangun semangat #SambungkanSenyuman untuk kebaikan di setiap aktivitas keseharian. Dengan dukungan jaringan broadband berteknologi terdepan yang andal dan prima dari Telkomsel,” kata Vice President Corporate Communications Telkomsel, Saki Hamsat Bramono, mengutip dari laman Kumparan (10/5).
Baca Juga : Telkomsel Prediksi Selama Nataru, Trafik Data Naik 29,12%
Lonjakan penggunaan layanan data ini juga akibat semakin tingginya percepatan adopsi gaya hidup digital masyarakat setelah pandemi. Utamanya pada periode Lebaran tahun ini yang meningkat sebesar 21% dari periode RAFI tahun lalu. Atau sekitar 9 persen dari hari biasa.
Sementara itu, untuk layanan SMS dan panggilan suara (voice) mengalami penurunan. Saat momen Ramadan dan Idul Fitri 2022 masing-masing mengalami penurunan sebesar 31% dari periode tahun sebelumnya.
Saki lebih lanjut menjelaskan, lonjakan trafik komunikasi layanan data dan digital selama periode RAFI 2022 terjadi akibat dampak pandemi. Selain itu, juga mendapat dorongan dari tumbuhnya aktivitas digital pelanggan yang meliputi akses layanan communication (instant messaging dan video conference) yang naik mencapai 21%. Untuk mobile gaming melonjak hingga 17% dan streaming video sekitar 16%. Untuk akses media sosial, meningkat hingga 3% dari hari biasa.
Sedangkan untuk akses layanan e-commerce mengalami penurunan sekitar 38%, dan aktivitas browsing yang juga berkurang 7%. Telkomsel juga mencatat adanya peningkatan aktivitas akses pada sejumlah aplikasi/platform favorit seperti WhatsApp (tumbuh 35%), TikTok (meningkat 16%), Instagram (naik 15%), YouTube (melonjak 13%) dan Facebook (naik 1%).