Puisi  

Mutiara Terpendam

Oleh: Hadi Suroso

Debar ini tak dulu permisi. Datang menghampiriku begitu saja tanpa menunggu ku persilahkan. Mulanya biasa saja, sekedar temu yang kebetulan, lalu serial cengkerama yang berkelanjutan.

Satu waktu di kelakar kita, tiba-tiba hangat nadi mendesir ke sekujurku. Aku merasakan sesuatu yang berbeda. Pun dadaku turut berdegup tak berirama. Ada bagian dirimu yang menjadi pemantik tumbuhnya rasa. Rupanya kamu  menyimpan berimbun pesona yang kini baru ku sadari. Memercik kenai jantung hatiku hingga ku menjadi terkesima. Akupun jadi diam terpana memperhatikanmu.

Ada seberkas cahaya mengurai sewujud pelangi di rintik gerimis yang enggan menumpah ruah. Renyah tawamu yang lepas di bawah derainya, memancarkan bilah-bilah pesonamu yang semakin mencuri perhatianku. Entah kebodohan macam apa yang melingkupiku hingga selama ini itu terlewatkan.

Di sadarku kali ini_meski agak terlambat,  aku tak mau lagi membuang waktu menyia-nyiakan kesempatan, aku ingin segera bergegas dapat mulai merangkai kisah denganmu. Kisah laiknya sepasang hati yang saling mengingini untuk merajut mimpi-mimpinya tentang masa depan.

Mungkin sekilas terdengar menggelikan. Kamu yang kemarin-kemarin tak pernah ku hiraukan, kini malah menjadi tokoh utama yang menyibukkan perhatianku. Kamu yang selama ini hanya biasa saja bagiku, kini segalamu justru yang menjadi arah kemana tujuanku.

Nyatanya kamu adalah mutiara terpendam yang kilaumu terhalang oleh cangkang luar penampilanmu yang sederhana. Akunya saja yang luput perihal kecantikan aslimu yang dari dalam.

Lalu untuk saat ini dan juga ke depan di sisa waktu yang ada, aku hanya ingin menyertakan do’a di atas setiap upaya untuk merengkuhmu. Ku pastikan, di antara bait-bait do’a yang ku semogakan, hanya namamulah satu-satunya yang ku gaungkan agar terus menggema ke seluruh penjuru langit.

Dan ketahuilah..harapku hadirmu di kebetulan kita, adalah paragraf pembuka dari berlembar-lembarnya kisah yang akan kita tuliskan. Untuk itu, bantulah aku menyusunnya dengan kalimat-kalimat terbaik agar cetak biru buku kita patut menjadi rujukan dalam mengukir kebahagiaan.

 

Bogor, 21092024

Hd’s

 

Profil Penulis:

Hadi Suroso. Biasa dipanggil Mr/Mas Bob. Aktivitas keseharian, mengajar Math Cambridge di sekolah Bosowa Bina Insani Bogor, guru Bimbel dan juga guru privat SD sampai SMA untuk persiapan masuk PTN. Mulai menyukai menulis sejak satu tahun terakhir, khususnya Puisi dan Refleksi kehidupan sebagai percikan hikmah. Menulis bisa kapan saja, biasanya saat muncul gagasan dan keinginan untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan. Menulis merupakan bagian dari  mengasah jiwa dan menggali hikmah.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *