Puisi karya Hadi Suroso
Bahkan hingga detik ini kenangan itu masih melekat. Bukan aku tak merelakan. Bukan pula aku tak mengikhlaskan. Saat melepaskanmu aku bertekad menerima kenyataan itu dengan segala upaya yang aku kuatkan. Memang begitu berat saat itu.
Bersyukur waktu telah mengajarkanku menjadi tegar. Dan perpisahan menyadarkan bahwa yang tidak ditakdirkan untuk kita, pasti bukan menjadi milik kita, sekalipun untuk kita_sempat dipertemukan dan juga dipersatukan.
Tak kupungkiri, bersamamu adalah hal terindah yang pernah aku miliki.
Mungkin kedewasaan menjadi jalan mudah bagiku untuk memahami. Bahwa tawa dan lara hanyalah bagian dari perjalanan yang mesti dilalui. Dan kita…, mengerti betul bagaimana harus memaknai dan menyikapi.
Kita memilih menata hati untuk dapat berdamai dengan apa yang terjadi.
Detik waktu, hari, bulan dan tahun berlalu. Kita tak lagi bersisian di setiap ayunan langkah kaki kita. Kita tak lagi mengarah ke satu titik tujuan yang sama. Namun jauh di lubuk hati kita, selalu terdawamkan mantra suci_mantra berupa do’a yang kita semogakan untuk di-aamiinkan oleh seluruh penghuni semesta.
Kita saling menengadah agar bahagia selalu dapat menyertai kita, di setiap helaan nafas waktu tersisa yang kita punya. Saling melangitkan do’a adalah satu pilihan langkah bijak kita.
Sejak saat itu, semua tentang kita telah aku coba lepaskan. Biarlah itu menjadi pelangi yang mewarnai perjalanan, sebab sejatinya memang hanya sejenak _akan hilang dari pandangan seiring langkah kita yang semakin menjauh. Kita telah melewati itu.
Walau pelangi itu kini tak lagi menjadi kisah kita, indah warna warninya sungguh tak bisa kita lupakan. Menetap di bilik ingatan menjadi kenangan manis. Kenangan yang tak termakan oleh waktu walau angka usia kita makin menua.
Bogor, 31032026
Hd’s
Profil Penulis:
Hadi Suroso. Biasa dipanggil Mr/Mas Bob. Aktivitas keseharian, mengajar Math Cambridge di sekolah Bosowa Bina Insani Bogor, guru Bimbel dan juga guru privat SD sampai SMA untuk persiapan masuk PTN. Mulai menyukai menulis sejak satu tahun terakhir, khususnya Puisi dan Refleksi kehidupan sebagai percikan hikmah. Menulis bisa kapan saja, biasanya saat muncul gagasan dan keinginan untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan. Menulis merupakan bagian dari mengasah jiwa dan menggali hikmah.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.com.







