Milenianews.com, Depok– STEI SEBI berkolaborasi dengan PT Pegadaian dan Intani (Insan Tani dan Nelayan Indonesia) menggelar pelatihan The Gade Integrated Farming: Pertanian Terintegrasi Sekala Perkotaan. Kegiatan The Gade Integrated Farming ini diselenggarakan pada Kamis, 22 Februari 2024, di Ruang Rapat Lantai 2, Kampus STEI SEBI, Depok.
The Gade Integrated Farming merupakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pegadaian yang berfokus pada program pertanian, sampah, ternak, dan budaya lokal museum. Kegiatan The Gade Integrated Farming kali ini digelar dari pagi hingga sore hari, yakni dimulai pada pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 15.30 WIB.
Acara di awali dengan sambutan yang disampaikan oleh Endang Ahmad Yani (wakil Ketua IV STEI SEBI), Kusumo Seno Aji (kepala Departemen Bisnis Support PT Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1), Baharrudin Rahman (Ketua Badan Pengembangan Pertanian Organik Intani), dan Zaenuddin Fanani (Kepala PT Pegadaian Cabang Bojongsari).
Dalam sambutannya, Kusumo Seno Aji menyampaikan harapannya agar program The Gade Integrated Farming (TGIF) bersama STEI SEBI dapat berkelanjutan. Ia juga menyatakan bahwa PT Pegadaian siap untuk terus memberikan dukungan dalam pengembangannya.
Baharrudin Rahman juga menyampaikan bahwa program TGIF di kampus STEI SEBI merupakan program TGIF pertama di Indonesia yang dikerjasamakan dengan Perguruan Tinggi. “kami berarap agar program dapat berjalan dengan baik dan dapat diterapkan di perguruan tinggi lainnya,” ujarnya dalam rilis yang diterima Milenianews.com.
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan mengunjungi lahan pertanian yang sudah dibangun di linngkungan STEI SEBI. Seluruh peserta pelatihan dapat melihat lahan yang sudah dipersiapkan tersebut. Pada lahan tersebut terdapat lahan kosong yang siap ditanami sayuran, fasilitas peternakan ayam dan juga perikanan.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi The Gade Integrated Farming: Pertanian Terintegrasi Sekala Perkotaan oleh Baharrudin Rahman (ketua Badan Pengembangan Pertanian Organik Intani). Dalam penyampaiannya, Baharrudin tidak hanya membahas pertanian secara umum, tetapi juga menyampaikan Islamic Agriculture.
Dalam dunia pertanian, Baharrudin mengajak perserta untuk mengimplementasikan Islam dalam mengelolanya. Berkenaan dengan hal tersebut, Baharrudin mengutip beberapa ayat al-Qur’an, diantaranya adalah QS. Ar-Rum ayat 41 yang artinya “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. Dan QS. Hud ayat 61 yang artinya “Dan kepada kaum samud (Kami utus) saudara mereka, Saleh. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya).”
Menurut Baharrudin, dengan proses pertanian yang kembali pada Islam, masyarakat dapat memastikan makanan yang baik untuk dikonsumsi. “Dengan memahami pertanian yang sesungguhnya kita dapat memastikan makanan yang baik untuk kita, anak-anak kita, dan keluarga kita” papar Baharrudin.
Acara kembali dilanjutkan di lahan pertanian. Peserta diajak langsung membuat enzim serta bakteri fotosintesis bagi tanaman. Dari kegiatan tersebut dihasilkan 2 wadah enzim yang masing-masing berisi 50 Liter enzim. Selain itu, dari kegiatan itu juga dihasilkan pula 2 wadah bakteri fotosintesis yang masing-masing berisi 10 Liter.
Acara ini mengedukasi peserta untuk memahami perannya dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Acara ini cukup bagus karena memberikan wawasan tentang bagaimana manusia seharusnya memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga bumi tetap lestari. Setiap kita punya peran penting untuk menjaga dan memelihara bumi tetap lestari sehingga dapat memberikan manfaat yang besar untuk kesejahteraan manusia” ujar Fadhillah selaku bagian dari Tim STEI SEBI.
Acara ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa STEI SEBI yang berjumlah 30 orang.