SMP Bina Insani Gelar Pelepasan Peserta Didik Angkatan Ke-30

Suasana acara pelepasan peserta didik SMP Bina Insani angkatan ke-30  di Botanic Square, Bogor, Ahad (25/6/2024). (Foto: Dok SBBI)

Milenianews.com, Bogor—SMP Bina Insani mengadakan acara pelepasan peserta didik angkatan ke-30  di IPB International Convention Center, Bogor, Ahad (25/6/2024). “Siswa SMP Bina Insani angkatan ke-30 berjumlah 84  orang.  Alhamdulillah lulus 100 persen,” kata Kepala SMP Bina Insani Haposan Andi Citra saat memberikan kata sambutan.

Andi mengingatkan bahwa pendidikan merupakan  pilar penting pembangunan bangsa. Puncak ilmu pengetahuan adalah akhlak yang melekat pada diri seorang manusia. “Hal itu sesuai tujuan pendidikan, yakni  menjadikan akhlaqul karimah (akhlak mulia)  pada diri siswa,”  ujarnya.

Ia menambahkan, Bosowa School  — yang membawahi Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) Bogor, Sekolah Bosowa Al-Azhar Cilegon (SBAC) Cilegon, dan Bosowa School Makassar (BSM) Makassar – menerapkan penguatan karakter SIDIC. SIDIC merupakan singkatan dari Smart (cerdas), Islamic (Islami), Discipline (disiplin),  Innovative (inovatif), dan  Competitive (kompetitif). “Kami harapkan karakter SIDIC melekat pada diri siswa-siswi SMP Bina Insani,”  ujarnya dalam rilis yang diterima Milenianews.com.

Andi juga mengingatkan para siswa SMP Bina Insani Angkatan ke-30 agar terus memperkuat kecerdasan soft skill, percaya diri, dan adaptif.

PIC Bosowa School Eko Ariyanto mengatakan,  sebuah sekolah/lembaga  akan maju kalau terus mengembangkan inovasi dan kolaborasi. “Sekolah swasta kalau  berhenti inovasi akan ditinggalkan masyarakat,” kata Eko.

Ia menyebutkan, SMP Bina Insani  meraih berbagai penghargaan. Di antaranya adalah tiga penghargaan bergengsi yang diraih pada tahun 2024 , yakni: sekolah berwawasan lingkungan,  sekolah tanpa kekerasan dari KPAI kota bogor 2024, dan sekolah literasi dari Provinsi  Jawa Barat.

Kadis Pendidikan Kota Bogor Irwan Riyanto mengingatkan kepada para siswa terus menuntut ilmu di mana saja. Namun tidak kalah pentingnya adalah akhlak/adab. “Hidup ini hanya sekali, harus bermakna. Hidup hanya sekali. Waktu terus berjalan. Tidak mungkin kita mengulangi,” kata Irwan.

Ia lalu menyebutkan, manusia itu dibagi empat golongan: orang bodoh, orang pintar, orang cerdas, dan orang beruntung. “Orang bodoh dibohongi orang pintar. Orang pintar kalah dari orang cerdas. Orang cerdas kalah dari  orang  beruntung.

Siapa orang yang beruntung itu? “Orang yang selalu berbuat baik, beramal sesuai ajaran agamànya,” ujarnya.

Baca Juga : Open House SMP Bina Insani: Membuka Peluang Pendidikan Berkualitas

Acara pelepasan peserta didik SMP Bina Insani angkatan ke-30 juga diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Taqy Malik. Ia mengajak para siswa untuk selalu menempel dengan Al-Qur’an, bahkan menjadi hafizh Quran. “Silakan mau jadi dokter, jadi pegusaha, atau pun yang lainnya.  Tapi jadi dokter yang hapal Qur’an, pengusaha yang Qur’an, maupun profesi lainnya yang hapal Qur’an,” kata Ustadz Taqy Malik.

Acara pelepasan peserta didik angkatan ke-30 SMP Bina Insani juga diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada para siswa berprestasi. Baik prestasi akademik maupun non-akademik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *