Rela Resign Demi Kuliah Malam, Puteri Indonesia Sumsel 2024 Papat Oktariza Buka Lembar Baru di UBSI

Milenianews.com, Bekasi – Menjadi seorang Puteri Indonesia jelas bukan impian masa kecil yang pernah tebersit di benak Ananda Papat Oktariza. Perempuan keturunan Jawa yang besar di Palembang ini justru dulunya dikenal sebagai sosok anak yang tomboi. Siapa sangka, keberaniannya menceburkan diri ke dunia modeling pada 2021 malah membawa langkahnya menempuh perjalanan panjang hingga akhirnya berhasil menyandang gelar Puteri Indonesia Sumatera Selatan 2024.

Perjalanan Papat di dunia pageant dimulai ketika ia bergabung dengan agensi modeling lokal. Selepas itu, ia memberanikan diri tampil di pemilihan Duta Budaya Kota Palembang meski belum berhasil meraih gelar. Tak kapok, pada 2023 ia menjajal pemilihan daerah Puteri Indonesia dan keluar sebagai juara tiga. Puncaknya pada 2024, berbekal nekat mengikuti audisi pusat di Jakarta mewakili Sumatera Selatan, Papat akhirnya resmi memegang mahkota Puteri Indonesia Sumsel 2024.

Baca juga: Eks Puteri Pendidikan Indonesia Prisca Prischila Pilih Lanjut S2 Manajemen di UBSI

Memilih Kembali ke Bangku Kuliah

Di tengah perjalanan kariernya yang kian menanjak, Papat justru membuat keputusan berani dengan kembali menempuh pendidikan di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Baginya, pendidikan formal tetap jadi investasi utama karena ilmu pengetahuan tidak pernah ada kata cukup.

Demi fokus menjalani babak baru ini, Papat bahkan rela melepas pekerjaan tetapnya di Palembang. Ia memilih resign dan membakar semangatnya untuk memulai karier dari nol di Jakarta.

Kini, Papat membagi waktunya dengan menjalani berbagai pekerjaan freelance—mulai dari fashion show, modeling, content creator, hingga endorsement—di siang hari. Agar ritme kerjanya tak bentrok, ia sengaja mengambil program kelas reguler malam di UBSI.

Bagi Papat, pilihan tersebut merupakan bagian dari upayanya untuk terus berkembang. “Kuliah tidak hanya menjadi tempat untuk mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga menjadi ruang untuk menambah pengetahuan, membangun karier, sekaligus memperluas relasi,” kata Papat kepada media.

Puteri Indonesia yang Sempat “Menyamar” di Kampus

Ada cerita menggelitik saat Papat pertama kali menjalani kehidupannya sebagai mahasiswa baru. Teman-teman sekelasnya ternyata sama sekali tidak menyadari bahwa perempuan yang duduk di samping mereka adalah seorang figur publik bergelar Puteri Indonesia Sumsel 2024.

Bahkan, saat ada teman kelas yang menanyakan alasan ia tak terlihat di kegiatan orientasi mahasiswa (ORMIK), Papat sempat berseloroh dan memberi alasan bahwa dirinya sedang kurang sehat.

Penyamaran tipis-tipis itu baru terbongkar setelah identitasnya tersebar di media kampus. Setelah wawancara berlangsung, barulah ponselnya dibanjiri pesan dari rekan-rekan sesama mahasiswa baru yang penasaran dan ingin berkenalan.

Alih-alih merasa terganggu, Papat menanggapinya dengan santai. “Pengalaman tersebut justru menjadi cerita tersendiri tentang bagaimana aku menjalani kehidupan sebagai mahasiswa tanpa harus menjadikan gelar yang dimilikinya sebagai pusat perhatian,” ujarnya.

Beri Nilai 10 untuk Pelayanan UBSI

Selain cerita berkesan di kelas, Papat juga dibuat kagum oleh keramahan dan pelayanan pihak kampus selama ia menginap di Wisma BSI menjelang helatan Seminar Motivasi (SEMOT) 2026.

Ia mengapresiasi perhatian detail dari pengelola wisma kampus, mulai dari kesiapan kamar, menu makan malam yang memanjakan lidah, hingga sarapan yang sudah tertata rapi sejak subuh. Bagi Papat, pelayanan hangat tersebut membuatnya sangat nyaman dan tanpa ragu memberi nilai sempurna 10/10.

Jangan Takut Gagal!

Menatap perjalanannya dari sosok anak tomboi, menjajal modeling, jatuh bangun di kompetisi, hingga kini menjadi mahasiswa baru UBSI, Papat menitipkan pesan hangat untuk rekan-rekan sesama mahasiswa baru.

Ia mewanti-wanti agar mahasiswa UBSI tidak pernah takut mengambil risiko atau mencoba hal-hal baru. Kegagalan baginya bukanlah hantu yang harus ditakuti, karena seseorang tak akan pernah tahu rasanya sukses jika tak pernah berani menginjakkan kaki di garis awal.

Baca juga: Perjalanan Ami ke Puteri Indonesia 2026 dan Lanjut S2 di Magister Manajemen UBSI

Pesan itu lahir dari pengalaman hidupnya sendiri. Mahkota yang kini melingkar di kepalanya tak diraih dalam semalam, melainkan lewat rentetan kegagalan, percobaan ulang, hingga keberanian melepas pekerjaan nyaman demi belajar lagi.

“Tidak harus selalu langsung berhasil, tetapi setidaknya berani mengambil langkah pertama dan belajar dari setiap pengalaman yang datang,” tutupnya.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *