Milenianews.com, Tangerang Selatan-– Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Wakil Sekretaris Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Prof. Hasani Ahmad Said, menyampaikan pesan mendalam kepada para guru ngaji yang tergabung dalam Forum Persatuan Guru Ngaji Tangerang Selatan (FPGN KTS). Ia menegaskan pentingnya menjaga semangat belajar dan meningkatkan kualitas keilmuan di tengah kesibukan mengajar Al-Qur’an dan membina umat.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, dan diikuti oleh ratusan guru ngaji. Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan peran guru ngaji sebagai pendidik keagamaan yang memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan akhlak generasi penerus.
Dalam pesannya, Prof. Hasani mengingatkan bahwa kesibukan mengajar hendaknya tidak menjadi alasan bagi seorang guru ngaji untuk berhenti belajar. Sebaliknya, semakin besar tanggung jawab dalam mendidik, semakin besar pula kebutuhan untuk terus memperdalam ilmu, memperluas wawasan, dan memperbaiki kualitas diri.

Menurutnya, semangat menuntut ilmu merupakan bagian penting dari keteladanan seorang pendidik. Guru ngaji tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan agama kepada masyarakat, tetapi juga harus terus membekali diri dengan ilmu yang memadai agar mampu memberikan bimbingan yang tepat, bijaksana, dan relevan dengan kebutuhan umat.
“Pesan tersebut sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW tentang keutamaan menuntut ilmu dan kedudukan orang-orang yang mengajarkan kebaikan. Seorang guru ngaji diharapkan tidak hanya menjadi penyampai ilmu, tetapi juga menjadi teladan dalam menunjukkan semangat belajar sepanjang hayat,” kata Prof. Hasani Ahmad Said di hadapan ratusan guru ngaji Tangerang Selatan, Rabu, 28 Oktober 2026, di Aula Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan.
Kehadiran ratusan guru ngaji dalam kegiatan tersebut mencerminkan besarnya peran mereka dalam kehidupan masyarakat. Di lingkungan keluarga, masjid, musala, dan lembaga pendidikan Al-Qur’an, guru ngaji menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, membangun akhlak mulia, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.
Kegiatan ini turut dihadiri Camat Pondok Aren, Sekretaris Kecamatan Pondok Aren, Ketua FPGN Tangerang Selatan, Ketua MUI Kecamatan Pondok Aren, perwakilan BAZNAS Tangerang Selatan, IPIM Tangerang Selatan, serta Kapolsek Pondok Aren.

Kehadiran unsur pemerintah, organisasi keagamaan, dan berbagai elemen masyarakat tersebut menunjukkan pentingnya sinergi dalam mendukung keberadaan serta pengembangan kapasitas guru ngaji. Peran mereka tidak hanya berkaitan dengan pendidikan baca tulis Al-Qur’an, tetapi juga dengan pembinaan moral, penguatan nilai-nilai keagamaan, dan pembangunan karakter masyarakat.
Melalui pesan yang disampaikan Prof. Hasani Ahmad Said, para guru ngaji diharapkan terus menjaga komitmen untuk mengajar sekaligus belajar. Dengan demikian, ilmu yang disampaikan tidak berhenti pada rutinitas pembelajaran, melainkan terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Mengajar adalah amanah, sedangkan belajar adalah ikhtiar yang harus terus dijaga. Dengan semangat tersebut, guru ngaji diharapkan mampu menjadi pendidik yang senantiasa bertumbuh dalam ilmu, matang dalam keteladanan, dan istiqamah dalam mengabdi kepada umat,” tutur Prof. Hasani.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tugas guru ngaji tidak berhenti pada mengajarkan Al-Qur’an, tetapi juga menuntut kesungguhan untuk terus belajar, memperdalam ilmu, dan meningkatkan kualitas diri. Dengan demikian, guru ngaji dapat menjadi teladan bagi masyarakat sekaligus berkontribusi dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.













