Milenianiews, Tangerang – Masa pandemi Covid-19, membuat seluruh kegiatan berjalan secara online, tanpa adanya interaksi secara langsung. Hal tersebut karena kita harus hidup berdampingan dengan serbuan virus Sars Cov-2 yang tengah melanda.
Kegiatan seperti beribadah, belajar mengajar, jual-beli langsung, harus dilakukan tanpa kontak fisik dengan orang lain. Semuanya beralih di rumahnya masing-masing.
Baca Juga : Universitas BSI Jadi Kampus Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas
Keadaan tersebut memang membuat masyarakat tak boleh keluar rumah, guna mengurangi penyebaran virus Covid-19. Proses kegiatan belajar juga mendapat kendala, terutama dari komunikasi antara guru dan murid.
Banyak terjadinya mis-komunikasi, membuat siswa pada akhirnya menjadi malas untuk belajar formal di sekolah. Apalagi pelaksanaannya daring.
Kelompok Dosen dari Universitas BSI (Bina Sarana Informatika), menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat (PM), guna mengatasi kesenjangan dari masalah yang terjadi, dalam pelaksanaan pembelajaran daring.
Kegiatan PM ini, berupa penyuluhan, mengenai strategi komunikasi kelompok antara guru dan murid. Berlangsung di Yayasan TPQ Melati Mulia dalam meningkatkan keefektivitasan pembelajaran daring, yang berlangsung pada Sabtu (6/11) silam.
Penyuluhan juga digelar secara daring, melalui zoom, karena aturan pemerintah yang masih memberlakukan PPKM.
“Kami rasa perlu adanya strategi untuk menjaga komunikasi antara guru dan murid, dalam pelaksanaan pembelajaran daring ini. Para siswa harus mendapatkan kesesuaian ilmu, sama seperti saat belajar di kelas,” kata Namira Fitria, salah satu dosen Universitas BSI, yang juga sebagai pemateri.
Jarak bisa membuat komunikasi terhambat
Menurutnya, proses pembelajaran daring bisa menjadi lebih efektif, jika adanya komunikasi antara guru dan murid secara baik. Terutama dalam konteks penyampaian informasi.
“Komunikasi harus terjalin dengan baik yang artinya, guru jangan abai terhadap anak didiknya. Apapun keluhannya, harus bisa tertangani dengan baik, saat belajar daring. Kita juga sebagai tenaga pengajar, harus memberikan balasan yang santun, dan lebih friendly terhadap peserta didik. Agar mereka merasa nyaman juga,” terangnya.
Tak hanya Namira, hadir juga dosen lain yakni Ade Budi Santoso dan Saiful Romadhon serta 2 orang mahasiswa.
Baca Juga : Tingkatkan Kualitas Remaja, Dosen UNM Beri Pelatihan Desain Undangan
Sementara itu, menurut Irma, salah satu peserta yang merupakan seorang guru mengaku sangat antusias mengikuti penyuluhan ini. “Kami senang bisa dapat materi ini. Bisa langsung kami terapkan ke murid-murid,” ujarnya.
“Memang komunikasi itu sangat penting, namun saat pembelajaran daring, semuanya jadi terkendala oleh masalah jarak. Hal itu juga yang membuat komunikasi jadi terhalang, apalagi masalah pemahaman dari muridnya sendiri,” jelasnya.(Rifqi Firdaus)