Milenianews.com, Semarang – AKS Ibu Kartini Semarang kembali menggelar acara tahunan mereka, Gelar Karya, pada Rabu (1/2) kemarin di Atrium Java Supermall. Acara ini memamerkan berbagai bentuk kreasi mahasiswa mulai dari kuliner, busana, hingga rias.
Gelar karya diadakan untuk mahasiswa terutama semester 5 sebagai bentuk mata kuliah, lalu hasil akhir pagelaran ini yang mahasiswa gunakan sebagai ujian akhir semesternya. Agus Susanti, S.E., M.M., selaku ketua panitia Gelar Karya dari perwakilan dosen mengungkapkan acara ini bertujuan untuk melatih kreativitas dan inovasi mahasiswa.
“Gelar karya merupakan acara rutin tahunan dari mahasiswa semester 5. Namun adik tingkat juga dilibatkan sehingga mereka mempunyai semangat berlomba-lomba memunculkan kreativitas dan inovasi. Untuk performance di acara inti khusus mahasiswa semester 5. Tujuannya memperkenalkan produk-produk mahasiswa supaya kreativitas dan inovasinya bisa lebih dikenal oleh masyarakat,” ungkapnya, Rabu(1/2) di Atrium Java Supermall.
Baca juga : LSPR Institut Kembali Gelar Brand Activation “Refresh & Recharge” Untuk Red Bull Indonesia
Kegiatan ini juga mendapatkan respon yang sangat baik. Setelah selama 2 tahun terakhir berlangsung tertutup karena pandemi, antusiasme masyarakat terlihat dari atrium yang penuh dengan penonton. Dosen mata kuliah umum di AKS tersebut menambahkan antusiasme tersebut menjadi salah satu bentuk promosi terhadap keunggulan program-program di AKS Ibu Kartini.
“Kita mengadakan gelar karya di mall seperti ini salah satunya juga mempromosikan kepada masyarakat yang tadinya belum mengenal AKS jadi tahu ‘ohh ternyata ada akademi kesejahteraan sosial di jawa tengah yang mempunyai program studi kuliner busana rias yang menghasilkan produk yang ditampilkan’. Jadi mungkin masyarakat kemudian tertarik untuk penerimaan bergabung menjadi keluarga AKS,” tambah Santi.
Baca juga: Pameran Kimetsu No Yaiba Total Concentration Akan Hadir ke Asia Tenggara
Puncak Acara Gelar Karya
Mahasiswa bergantian berjalan di catwalk dan memperkenalkan karya mereka. Karya kuliner, rias, dan busana mereka mampu memukau penonton yang hadir. Salah satu mahasiswa jurusan Desain Busana, Febri mengaku telah melakukan persiapan khusus sekitar sebulan lebih hingga karyanya siap.
“Kelompok saya ambil tema negara Italia, seperti dari arsitektur dan budaya-budayanya. Karya saya inspirasinya dari air mancul trevi. Lalu biasanya bangunan di italia kan ada ukiran-ukirannya ya, jadi bisa ambil ukiran-ukiran itu untuk hiasan. Saya juga pakai inspirasi koloseum untuk diaplikasikan ke bagian bustier pake teknik smoke,” tuturnya.

Mahasiswa lainnya, Rosid, menjelaskan bahwa AKS cukup mendukung untuk mahasiswa melakukan praktek di kampus karena ada ruangan-ruangan dan alat-alatnya juga komplit sehingga sangat mempermudah proses Gelar Karya ini. Ia menyiapkan hidangan selama 3 jam dengan konsep yang sudah ia latih dan miliki beberapa bulan sebelumnya.
“Saya persiapan selama sekitar 3 jam. Saya mendapatkan bahan makanan yang berbasis ikan barakuda dan kacang arab. Jadi makanannya berbau chinese, di sini saya pake menu appetizer wonton baraccuda with chickpea sauce, main course mapo tofu with baraccuda fish rice, dan dessert chinese sweet potato pie with chickpea. Untuk inspirasi saya yaitu dari chef yang pernah mengajari saya di tempat magang,” jelas Rosid.

Baca juga : SD SIT Fajar Hidayah Gelar Kreasi Batik Celup dalam Praktik Penilaian Akhir Semester
Dukungan AKS Ibu Kartini terhadap Kreativitas Mahasiswa
Direktur AKS Ibu Kartini Semarang, Dra. Mien Zyahratil Umami, M.Pd., menuturkan pentingnya peran kampus dalam mendukung kreativitas mahasiswanya. “Ini merupakan persiapan AKS menghadapi dunia industri. Materi-materi perkuliahan termasuk gelar karya ini sudah disesuaikan sehingga harapannya mahasiswa nanti setelah lulus itu siap untuk kerja maupun membuka usaha, mereka tidak ketinggalan zaman,”
Hadirnya acara ini rupanya berdampak setelah kelulusan mahasiswa. Melliana sebagai Alumni Desain Busana mengatakan bahwa Gelar Karya berdampak bagi kariernya setelah lulus kuliah.
“Gelar karya cukup berdampak karena ngga selalu setelah lulus itu kita melakukan fashion show jadi kita gelar sendiri sebuah acara khusus terus kita pamerkan sendiri apa yang kita bikin. Di situ kita juga memiliki kebangggaan, rasa percaya diri saya bertambah untuk terjun di industri fashion,” jelas Melliana.