Milenianews.com, Bogor– KB-TK Bosowa Bina Insani, Bogor, menggelar acara Parents Teachers Learning Program (PTLP). Kegiatan tersebut diadakan 4 hari offline dan 1 hari online, tanggal 21-25 September 2026. PTLP yang mengusung tema “Menjadi Orang Tua Hebat, Tumbuh Bersama Anak” tersebut diikuti oleh para orangtua KB-TK Bina Insani.
“Kegiatan PTLP ini bertujuan untuk menyelaraskan program pendidikan yang diberikan oleh KB-TK Bina Insani dengan pendidikan yang ada di rumah/orang tua. Hal itu penting, agar terjalin sinergitas yang positif dalam membersamai tumbuh kembang anak-anak tercinta,” kata Kepala Sekolah KB-TK Bosowa Bina Insani, Femi Balti SH, pada pembukaan PTLP KB-TK Bosowa Bina Insani, Senin (24/9/2026).
Femi Balti menjelaskan, hari pertama PTLP KB-TK Bosowa Bina Insani, Senin (21/9/2026) membahas topik Profil Pembelajar Sekolah Bosowa Bina Insani dengan narasumber Penanggung Jawab (PIC) Bosowa School Adang Rusman M.Pd.
Adang Rusman mengawali materi ceramahnya dengan membahas tiga lingkungan utama pendidikan, yakni keluarga, sekolah, masyarakat. “Tiga lingkungan utama tersebut harus bisa membersamai tumbuh kembang anak menuju puncak prestasi sesuai dengan bakatnya masing-masing. Dan rumah merupakan sekolah pertama,” kata Adang Rusman.
Ia lalu membahas pendidikan karakter yang ditanamkan di KB-TK Bosowa Bina Insani. “Pendidikan karakter yang ditanamkan kepada peserta didik di KB-TK Bosowa Bina Insani mengacu kepada 9 Profile Pelajar Bosowa Bina Insani. Yakni, Religius, Jujur, Adil, Berpikir Kritis, Bekerja Keras, Peduli, Bertanggung Jawab, Komunikatif dan Literat,” kata Adang Rusman.
Setelah itu, Adang Rusman mengupas masing-masing 9 Profile Pelajar Bosowa Bina Insani itu, sekaligus memberikan landasan Al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW.
Pertama, religius. “Religius adalah sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya,” kata Adang Rusman mengutip Salahudin & Alkrienciehie (2017).
Ia menambahkan, sikap religius dalam ajaran agama Islam terhimpun dalam konsep Iman, Islam dan Ihsan. Iman merupakan landasan utama dalam melaksanakan Islam, karena Iman adalah konsep pemasrahan diri akan penghambaan kepada Allah dan Islam adalah aktualisasi dari pemasrahan diri kepada Allah. Iman dan Islam tidak akan sempurna bila tidak mengandung Ihsan yaitu konsep menghadirkan Allah dalam setiap aktivitas.
“Dalam konteks pembelajaran di KB-TK Bosowa Bina Insani, praktiknya berupa meniru gerakan dan bacaan sholat, berzikir, berdoa, bersholawat, membaca hadits, mengaji, mengucapkan kalimat toyyibah,” ujarnya.
Berikutnya, jujur. “Jujur adalah kesesuaian antara perkataan, perbuatan dan hati. Dalam pembelajaran di KB-TK Bosowa Bina Insani, praktiknya adalah mengembalikan barang milik teman yang dipinjam, jatuh atau tertinggal tanpa diminta, mengakuikesalahan, dan berkata benar sesuai fakta,” kata Adang Rusman.
Baca Juga : KB-TK Bosowa Bina Insani Gelar PTLP
Ia mengutip sebuah hadits Rasulullah SAW, “Hendaklah kalian berkata jujur, karena jujur menunjukan pada kebaikan, dan kebaikan menunjukan ke surga.” (H. R Bukhari dan Muslim).
Selanjutnya, adil. “Adil adalah proses menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya. Penerapan profil adil di KB-TK Bosowa Bina Insani adalah bergiliran menjadi pemimpin doa atau pemimpin barisan, bergantian menjadi petugas kelas, tidak memilih-milih teman saat bermain, memberikan kesempatan pada teman untuk berbicara, menghargai hasil karya teman,” ujarnya.
Kemudian, berpikir kritis. “Berpikir kritis adalah proses berpikir terhadap suatu benda dan fenomena secara obyektif. Penerapannya di KB-TK Bosowa Bina Insani adalah: Berani bertanya, membandingkan dua benda berdasarkan bentuk ukuran dan fungsi, mengamati benda/peristiwa dengan teliti, mencoba berbagai cara, dan mengevaluasi hasil pekerjaannya,” kata Adang Rusman.
Selanjutnya, bekerja keras. “Bekerja keras adalah melakukan sesuatu pekerjaan dengan sungguh-sungguh dengan potensi yang diberikan Allah. Dalam konteks pembelajaran di KB-TK Bosowa Bina Insani adalah menyelesaikan tugas hingga selesai, tidak mudah menyerah, berusaha melakukan sendiri, merapihkan kembali hasil pekerjaan,” paparnya.
Berikutnya, peduli. “Peduli dalah sikap yang timbul akibat suatu perbuatan yang ditimbulkan oleh diri sendiri maupun orang lain. Aplikasinya dalam pendidikan di KB-TK Bosowa Bina Insani adalah membantu teman yang kesulitan, mengucapkan terima kasih, meminta maaf dengan tulus, menyayangi teman dan hewan, dan membantu guru merapikan alat belajar,” kata Adang Rusman.
Kemudian, bertanggung jawab. “Bertanggung jawab adalah sikap sadar dalam melaksanakan perintah atau tugas. Aplikasinya dalam pendidikan di KB-TK Bosowa Bina Insani adalah meniru gerakan dan bacaan sholat, berzikir, berdoa, bersholawat, membaca hadits, mengaji, mengucapkan kalimat toyyibah,” kata Adang Rusman.
Selanjutnya, komunikatif. “Komunikatif dalah kemampuan untuk menerima dan menyampaikan pesan, informasi atau gagasan. Penerapannya dalam pendidikan di KB-TK Bosowa Bina Insani adalah mengucapkan salam, menyampaikan kebutuhan kepada guru/orang tua dengan sopan, menceritakan pengalaman di depan guru dan teman,” ujarnya.

Terakhir, Literat. “Literat adalah kemampuan seseorang dalam membaca. Penerapannya di KB-TK Bosowa Bina Insani adalah senangmelihat dan membaca buku , menyimak cerita dengan penuh perhatian, menceritakan kembali isi cerita, mengenali huruf, simbol, angka dan gambar yang ada, merawat buku dengan baik, menggunakan kosa kata baru memanfaatkan berbagai media belajar,” kata Adang Rusman.
Ia menambahkan, adapun bentuk kegiatan PTLP diawali dengan pemberian materi, mengobservasi tampilan main anak di kelas sesuai materi yang disampaikan per hari dan bagaimana pijakan guru di kelas, lalu mempresentasikan hasil observasi tersebut dan didiskusikan bersama.
Seusai mendengarkan materi dari narasumber , dan mengobservasi tampilan main anak di kelas sesuai materi yang disampaikan dan bagaimana pijakan guru di kelas, para orang tua mempresentasikan hasil observasi tersebut dan didiskusikan bersama.













