IPK 3,74 Berkat Rajin “Nongkrong” di Kampus, Dwi Praja Agustian Raih Prestasi Hingga Rintis Usaha

Milenianews.com, Jakarta – Menjadi mahasiswa rupanya bukan cuma soal rutin datang ke kelas, bertarung dengan tenggat tugas, lalu pasrah menunggu panggilan wisuda. Bagi Dwi Praja Agustian, ruang perkuliahan justru jadi panggung utama untuk mencoba segala hal baru, mulai dari aktif berorganisasi hingga nekat merintis ide bisnis bareng teman-temannya.

Mahasiswa Program Studi Kewirausahaan ini berhasil menyelesaikan pendidikan dengan IPK 3,74. Baginya, pencapaian tersebut merupakan bagian dari proses panjang untuk menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus mewujudkan motivasi sederhana yang sejak awal dibawanya selama kuliah, yaitu lulus dan terus berkembang.

“Motivasi aku, pertama lulus tentunya. Sama pengen ibaratnya menjadi lebih baik saja,” ujar Dwi.

Baca juga: Cintami Dewi Mulyati Jadi Wisudawan Terbaik Cyber University

Bagi generasi muda yang sedang menjalani masa perkuliahan, kisah Dwi menunjukkan bahwa pengalaman kampus dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan di luar kegiatan akademik. Salah satu prinsip yang ia pegang adalah tidak takut untuk aktif dan mengambil kesempatan.

Jangan Malu untuk Aktif di Kampus

Dwi mengaku salah satu strategi yang dilakukannya selama kuliah adalah aktif dalam berbagai kegiatan. Menurutnya, mahasiswa sebaiknya tidak membatasi diri hanya pada aktivitas perkuliahan, tetapi juga berani terlibat dalam organisasi dan kegiatan kemahasiswaan.

“Strateginya sebenarnya kemarin-kemarin itu aktif saja di kampus. Jangan malu-malu, pokoknya aktif. Entah itu kegiatan apa pun, BEM, Hima atau semacamnya,” katanya.

Keaktifan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman berorganisasi, tetapi juga memperluas relasi dan membuatnya lebih dekat dengan lingkungan akademik. Dwi menilai kedekatan dengan kepala program studi dan jajaran dosen turut memberikan pengaruh terhadap perkembangan dirinya selama menjadi mahasiswa.

Baginya, komunikasi yang baik dengan dosen dan lingkungan kampus dapat membantu mahasiswa ketika menghadapi berbagai tantangan selama menjalani perkuliahan.

Open Booth Jadi Ruang Mengasah Jiwa Wirausaha

Sebagai mahasiswa Kewirausahaan, pengalaman praktik menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan bisnis. Salah satu kegiatan yang paling berkesan bagi Dwi adalah ketika mengikuti kegiatan open booth.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa ditantang untuk menghadirkan produk yang memiliki unsur inovasi. Tantangan tersebut membuat Dwi dan rekan-rekannya harus berpikir kreatif untuk menemukan produk yang sesuai sekaligus memiliki peluang untuk dikembangkan.

“Nah, biasanya itu ada kegiatan semacam open booth. Di situ kita setiap booth itu harus punya produk yang inovasi. Nah, di situ kita ter-challenge inovasi apa yang cocok. Akhirnya kita punya ide bisnis dan sampai sekarang ada ide bisnis itu,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana pembelajaran kewirausahaan dapat berlangsung melalui praktik langsung. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori mengenai bisnis, tetapi juga belajar mengidentifikasi ide, melihat peluang, berdiskusi dengan tim, hingga mencoba menawarkan produk kepada konsumen.

Bagi generasi muda, pengalaman semacam ini dapat menjadi bekal penting sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja maupun membangun usaha sendiri.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Cyber University sebagai “Shaping Future Digital Leader” dalam menyiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Melalui proses pembelajaran dan berbagai pengalaman di luar kelas, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kreativitas, kompetensi, serta keberanian dalam menciptakan gagasan yang inovatif dan dapat memberikan manfaat di dunia nyata.

Lulus Kuliah, Karier dan Bisnis Tetap Berjalan

Setelah menyelesaikan pendidikan, Dwi tidak ingin berhenti pada pencapaian akademik. Ia telah menyiapkan dua rencana yang ingin dijalankan secara bersamaan.

Rencana pertama adalah membangun pengalaman profesional dengan bekerja di perusahaan atau korporasi. Sementara itu, di sisi lain, ia tetap ingin melanjutkan usaha yang telah dirintis bersama teman-temannya selama masa kuliah.

“Rencana aku setelah lulus yang pertama kerja di korporat. Yang kedua aku masih melanjutin bisnis usaha aku bareng teman-teman,” tuturnya.

Pilihan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman kuliah dapat menjadi fondasi untuk menjalankan lebih dari satu jalur karier. Dunia kerja dapat memberikan pengalaman profesional, sementara bisnis menjadi ruang bagi Dwi untuk terus mengembangkan jiwa kewirausahaannya.

Dosen Jadi Bagian Penting dalam Perjalanan

Di balik perjalanan akademik dan berbagai aktivitas yang dijalani, Dwi juga memberikan perhatian khusus terhadap peran dosen. Menurutnya, dukungan dari kepala program studi dan dosen-dosen lainnya sangat membantu mahasiswa, terutama ketika menghadapi kebingungan atau kesulitan selama proses perkuliahan.

“Benar-benar membimbing banget, Kak Prodi, terus dosen-dosen yang lain. Benar-benar merangkul mahasiswanya walaupun mahasiswanya kadang kebingungan dan lain-lain. Tapi dosen-dosen itu masih tetap merangkul sampai lulus,” katanya.

Bahkan setelah menyelesaikan pendidikan, menurut Dwi, hubungan tersebut tidak serta-merta berhenti. Dukungan dan komunikasi dengan lingkungan kampus tetap dirasakan sebagai bagian dari perjalanan setelah mahasiswa menyandang status sebagai lulusan.

Baca juga: Modal Rajin Chat Dosen dan Kumpul Tugas, Dwi Rizky Nurjanah Raih Wisudawan Terbaik Cyber University

Perjalanan Dwi Praja Agustian memperlihatkan bahwa prestasi mahasiswa dapat dibangun dari kombinasi antara motivasi, keaktifan, keberanian mencoba, serta kemauan untuk terus belajar. IPK 3,74 menjadi salah satu pencapaiannya, tetapi pengalaman mengikuti kegiatan kampus dan mengembangkan ide bisnis menjadi bekal lain yang tidak kalah penting.

Kini, setelah menyelesaikan pendidikan, Dwi memasuki babak baru. Dunia korporasi menanti untuk memberikan pengalaman profesional, sementara bisnis yang dirintis bersama teman-teman tetap menjadi ruang untuk mewujudkan ide dan kreativitasnya.

Bagi generasi muda yang masih menjalani masa kuliah, kisah Dwi menjadi pengingat bahwa kampus bukan hanya tempat memperoleh gelar. Kampus juga dapat menjadi ruang untuk mencoba, gagal, belajar, membangun relasi, menemukan ide bisnis, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah wisuda.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *