News  

Tren Dunia Kerja Berubah, Cyber University Siapkan Lulusan Unggul Era AI

Milenianews.com, Jakarta – Perkembangan era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini menggeser peta kebutuhan tenaga kerja secara signifikan. Isu ini menjadi sorotan utama dalam Seminar Cyber Education bertajuk “AI, Identity, & Mental Health: Tantangan Psikologi Remaja di Era Artificial Intelligence” yang diselenggarakan oleh Cyber University, di Aula Cyber University, Jl. TB. Simatupang no.6, Jakarta Selatan pada Selasa (6/10).

Kepala Kampus Cyber University, Ibnu Alfarobi, M.Kom, memaparkan bahwa tren rekrutmen perusahaan saat ini telah berubah drastis. Ijazah perguruan tinggi tidak lagi menjadi satu-satunya tolak ukur kesuksesan pelamar. Banyak industri kini lebih mengutamakan aspek keterampilan, portofolio karya, dan kekuatan karakter calon tenaga kerja.

Baca juga: Cyber University Gelar Cyber Connect 2026, Bahas Kebutuhan Talenta Digital Era AI

“Siswa dan orang tua perlu menyikapi pilihan pendidikan secara lebih realistis. Data menunjukkan lebih dari 6.000 siswa tidak lolos seleksi PTN pada periode terakhir,” kata Ibnu saat memberikan sambutannya.

Ia juga menyoroti ironi terkait tingginya biaya pendidikan tinggi saat ini. Mengutip laporan dari Suara.com, Ibnu menyebutkan ada ribuan siswa yang sebenarnya telah dinyatakan lolos PTN, namun justru memilih tidak mendaftar ulang karena terkendala faktor finansial.

Merespons pergeseran kebutuhan industri tersebut, Ibnu menjelaskan bahwa 9 dari 10 lapangan pekerjaan saat ini memiliki keterkaitan erat dengan kurikulum Cyber University. Kampus ini menghadirkan lima program studi sarjana berbasis teknologi dan bisnis, yakni Teknologi Informasi, Sistem Informasi, Sistem dan Teknologi Informasi, Bisnis Digital, serta Digital Entrepreneur (Kewirausahaan).

Dalam penerapannya, Cyber University sebagai Shaping Future Digital Leader menghadirkan program adaptif bernama Company Learning Program (CLP) 3+1. Mahasiswa akan menjalani kuliah tiga tahun dan satu tahun magang di industri. Pembelajaran berjalan secara hibrida dengan porsi 60 persen tatap muka dan 40 persen daring, berfokus pada integrasi AI dan keuangan digital.

“Guna mengatasi kendala biaya pendidikan yang kerap dialami calon mahasiswa, Cyber University juga menyediakan beragam program beasiswa hingga 100 persen. Jalur tersebut meliputi Smart Scholarship untuk peringkat 1-10 di kelas, Bright Scholarship bagi peraih prestasi akademik maupun non-akademik, serta Beasiswa Cakap Digital khusus untuk talenta seperti kreator konten, desainer, dan pembuat startup,” jelasnya.

Baca juga: Lulusan Cyber University Sheilta Salsabila Saharani Bergabung dengan Pertamina Usai Jalani Program CLP 3+1

Dukungan serupa juga diberikan kepada sekolah mitra yang merekomendasikan siswanya untuk berkuliah di Cyber University. Bentuk apresiasi tersebut program wisata edukasi (edutrip) ke Yogyakarta, hingga perjalanan edukatif ke Singapura dan Malaysia sesuai jumlah siswa yang didaftarkan.

“Melalui perpaduan kurikulum adaptif dan kemudahan akses beasiswa ini, kami berupaya mendobrak hambatan pendidikan masa kini. Langkah strategis ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan AI, tetapi juga tangguh bersaing di kancah industri global,” harapnya.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *