Berdaya Lewat Bisnis MUA, Rilla Buktikan Mahasiswi UBSI Mampu Berkelanjutan dan Mandiri

Milenianews.com, Bekasi – Jarum jam baru menunjukkan pukul dua dini hari ketika sebagian besar orang masih terlelap dalam tingginya mimpi. Namun, bagi Aunnur Rizka Laila Lil Zakiah, waktu tersebut adalah awal dari maraton perjuangannya merias masa depan. Perempuan yang akrab disapa Rilla ini sudah sibuk berkutat dengan kuas, palet warna, dan wajah para kliennya sejak dini hari sebelum matahari terbit.

​Perjuangan gigihnya membagi waktu antara bangku perkuliahan dan dunia bisnis kecantikan mengantarkannya naik panggung sebagai salah satu narasumber alumni dalam ajang Seminar Motivasi (SEMOT) 2026—bagian dari Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UBSI—di BSI Convention Center (BSI Convex), Kaliabang, Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (20/9).

​Tercatat sebagai mahasiswi Program Studi Manajemen di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Cut Mutiah, Bekasi, lulusan tahun 2026 ini membuktikan bahwa pendidikan tinggi dan bisnis dapat beriringan secara harmonis jika dikelola dengan strategi yang cermat.

​Baca juga: Empat Tahun Jadi Guru, Inas Akhirnya Wujudkan Mimpi sebagai Jurnalis Garuda TV

​Berawal dari Sebuah Tantangan

​Langkah Rilla di industri kecantikan tidak dimulai dengan modal besar atau privilese luar biasa, melainkan dari hobi dan sebuah tantangan sederhana. Ketertarikannya pada dunia tata rias sejak lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada tahun 2022 memancing sang ayah memberikan celetukan menjelang acara perpisahannya.

​”Pas mau wisuda SMK, aku ditantang sama ayah. ‘Kenapa enggak kamu aja yang jadi MUA biar bisa makeup-in teman-teman?’,” kenang Rilla.

​Tantangan itu menjadi titik balik bagi perjalanannya. Rilla mengibaratkan dukungan orang tuanya sebagai bahan bakar, namun ia sadar bahwa percikan apinya harus ia nyalakan sendiri. Dari hanya merias teman, mengikuti berbagai pelatihan, hingga membangun skala usahanya, kini tata rias tidak hanya menjadi pekerjaan, tetapi telah melekat sebagai bagian dari identitas dirinya.

​Tak cuma sebagai Makeup Artist (MUA) dan beauty educator, Rilla kini kerap digandeng berbagai brand kecantikan, kampus, hingga kedai kopi untuk menjadi narasumber dalam sesi beauty class.

​Fleksibilitas Kelas Malam Sebagai Solusi Jangka Panjang

​Sadar bahwa bisnisnya yang tengah bertumbuh membutuhkan fondasi manajerial yang kuat, Rilla memutuskan untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Ia secara spesifik memilih jurusan Manajemen di UBSI yang terkenal sebagai Kampus Digital Kreatif untuk mempelajari ilmu komunikasi dan tata kelola keuangan—dua hal krusial bagi seorang pengusaha rintisan.

​Keputusannya mengambil kelas malam di UBSI menjadi strategi jitu untuk menyeimbangkan dua dunianya.

​”Kuliahnya sangat fleksibel dan ngebantu aku buat melancarkan bisnis. Karena aku kerja dari jam dua subuh sampai sore, kuliah malam membuat aktivitasku tidak terganggu sama sekali,” jelasnya.

​Menjadi MUA profesional di usia muda tentu memiliki tantangan tersendiri. Bagi Rilla, rintangan terberat di awal kariernya adalah meyakinkan klien dan bersaing dengan nama-nama besar di industri kecantikan Indonesia. Namun, ia memiliki pendekatan unik: tidak hanya menjual jasa rias, melainkan membangun relasi personal hingga mengubah klien menjadi teman. Pendekatan inilah yang membuat usahanya terus bertahan dan berkembang tanpa pernah merasakan fase krisis klien.

​Mematahkan Stigma Orientasi Kampus

​Dedikasi dan kemandirian Rilla rupanya tak luput dari pantauan pihak kampus hingga ia dipercaya berbagi inspirasi di ajang SEMOT 2026.

​”Sebenarnya merasa belum pantas karena disandingkan dengan orang-orang hebat yang sudah profesional, apalagi aku belum resmi wisuda. Tapi ini pengalaman pertama yang membuatku sangat happy. Terima kasih banyak kepada Universitas Bina Sarana Informatika atas kesempatannya. Aku bangga jadi alumninya,” ungkapnya antusias.

​Bicara soal SEMOT, Rilla memiliki kenangan manis tersendiri. Berbeda dengan stigma orientasi kampus yang sering kali sarat akan budaya senioritas atau perpeloncoan, UBSI malah menghadirkan pengalaman yang sangat berbeda.

​”Dari dulu SEMOT itu seru banget, susah untuk dilupakan. Di saat kampus lain mungkin menakutkan ospeknya, di UBSI semuanya terasa enjoy, dosen-dosennya juga sangat mendukung sejak awal masuk dunia perkuliahan,” tuturnya.

​Baca juga: Perjalanan Ami ke Puteri Indonesia 2026 dan Lanjut S2 di Magister Manajemen UBSI

​Bagi para mahasiswa baru yang kini duduk di bangku yang sama dengannya beberapa tahun lalu, Rilla menitipkan pesan yang sarat akan semangat kemandirian. Baginya, menunggu momentum yang sempurna hanyalah sebuah penundaan terhadap kesuksesan itu sendiri.

​Ia percaya bahwa setiap peluang harus segera dieksekusi, meski harus melangkah seorang diri tanpa modal besar atau relasi yang luas di awal. Pada akhirnya, keberanian untuk memulailah yang akan mendatangkan dukungan dengan sendirinya di sepanjang perjalanan.

​Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *