Asyik! Kuota Bidikmisi Dinaikan 50 Persen

Kuota Bidikmisi Dinaikan 50 Persen.
Pemerintah akan menaikan kuota penerimaan mahasiswa Bidikmisi sebanyak 50 persen.

Milenianews.com, Semarang – Hal tersebut diungkapkan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir, bahwa di tahun 2019 pemerintah akan berfokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM). Sehingga Kuota Bidikmisi Dinaikan 50 Persen.

Kuota Bidikmisi Dinaikan 50 Persen Atas Intruksi Presiden

“Ini perintah dari presiden, agar kuota bidikmisi dinaikan 50 persen.” ungkap Nasir saat memberikan kuliah umum di Auditorium Profesor Wuryanto Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada Rabu (2/1).

Terkait hal tersebut, alokasi anggaran dana untuk dunia pendidikan tinggi akan ditingkatkan, termasuk kuota penerimaan mahasiswa bidikmisi. Kuota Bidikmisi Dinaikan 50 Persen.

“Prioritas anggaran akan digeser untuk pembangunan infrastruktur untuk pengembangan sumber daya manusia.” Lanjutnya.

Seperti diberitakan siaran pers Kemenristekdikti, target penerimaan mahasiswa Bidikimisi sebanyak 130 ribu mahasiswa dari seluruh Indonesia di tahun 2019.  Sebelumnya mahasiwa Bidikmisi yang diterima sebanyak 83 ribu mahasiswa.

Dalam kesempatan kali ini, Nasir berpesan untuk para mahasiswa Bidikmisi agar bisa lebih bersaing di era industri 4.0 ini Degan membuat visi hidup dan terget yang akan dicapai dalam 10 tahun kedepan

“Anda (Mahasiswa) buat visi itu, 10 tahun lagi akan jadi apa. Kami akan kawal untuk mencapai tujuan itu. Saya yakin anda pasti bisa.” Katanya.

Beasiswa Bidikmisi, bagi masyarakat telah diakui sangat bermanfaat. Bidikmisi dinilai bisa memutus mata rantai kemiskinan karena anak-anak dari keluarga tidak mampu dapat menyelesaikan pendidikan tinggi secara gratis dan menciptakan harapan untuk kehidupan lebih baik.

Rektor Unnes Fathur Rohman mengatakan, banyak dari mahasiswa Bidikmisi khususnya yaang ada di Unnes, telah menunjukan prestasi yang gemilang, baik di bidang akademik maupun non- akademik. Banyak juga yang telah menjadi pengusaha

“Beberapa mahasiswa bahkan mengundurkan diri dari bidikmisi karena wirausahanya berhasil. Mereka merasa tidak lagi perlu beasiswa sehingga beasiswa tersebut diberikan kepada adik kelas yang lebih membutuhkan,” kata Fathur Rokhman. (Ikok)
Sumber : kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *