Milenianews.com, Jakarta – Siapa yang baru tau? Ternyata di balik gemerlap Serie A Italia, ada nama Indonesia yang ikut duduk di kursi penting sebuah klub sepak bola. Bukan sedang liburan di Danau Como sambil mencari spot foto estetik, tetapi Mirwan Suwarso, pria asal Indonesia yang kini menjabat sebagai Presiden Como 1907.
Kalau selama ini kita mengira orang Indonesia hanya jago berdebat soal pemain naturalisasi dan menyusun starting XI di kolom komentar, kisah Mirwan mungkin bisa membuat kita mengernyitkan dahi. Sebab, ia justru berada di balik layar klub Italia yang dalam beberapa tahun terakhir berubah dari tim yang sempat terpuruk menjadi peserta Serie A. Como 1907 sendiri diakuisisi pada 2019 oleh Djarum Group melalui SENT Entertainment.
Baca juga:Â Como Jadi Kejutan Serie A 2025/2026 usai Pastikan Debut di Liga Champions
Dari Madiun ke Italia
Mirwan Suwarso lahir di Madiun dan menempuh pendidikan di Purdue University, Amerika Serikat, dengan bidang consumer science and retail management. Setelah menyelesaikan pendidikan, kariernya berkembang di industri kreatif dan media.
Ia pernah bekerja sebagai Account Director di Saatchi & Saatchi. Setelah itu, Mirwan masuk ke industri film melalui Destiny Films dan kemudian berkarier di MSP Entertainment.
Pengalamannya di dunia media kemudian membawanya semakin dekat dengan industri olahraga. Ia pernah terlibat dalam pengembangan bisnis SuperSoccer TV dan kemudian dipercaya memimpin Mola.
Dengan kata lain, sebelum mengurus klub sepak bola, Mirwan sudah lebih dulu belajar satu hal penting: bagaimana menjual cerita kepada publik.
Dan sepak bola, seperti yang kita tahu, adalah industri yang hidup dari cerita. Ada kemenangan, kekalahan, drama transfer, pemain bintang, hingga suporter yang bisa lebih emosional daripada pemilik klub.
Dipercaya Mengelola Como 1907
Babak baru karier Mirwan dimulai ketika Grup Djarum mengambil alih Como 1907 pada 2019 melalui SENT Entertainment Ltd. Mirwan kemudian dipercaya menjadi salah satu figur penting dalam pengelolaan klub tersebut.
Saat itu Como bukanlah klub yang namanya otomatis membuat lawan gemetar. Klub yang bermarkas di sekitar Danau Como tersebut justru memiliki sejarah panjang penuh pasang surut dan pernah berkutat di kasta bawah sepak bola Italia.
Namun, proyek Como kemudian dibangun secara bertahap. Manajemen mulai memperkuat struktur klub, fasilitas latihan, akademi, serta pendekatan profesional dalam perekrutan pemain.
Mirwan pun tidak sekadar melihat Como sebagai kesebelasan yang harus menang pada akhir pekan. Klub diperlakukan sebagai organisasi olahraga sekaligus bisnis yang membutuhkan perencanaan jangka panjang.
Ketika Data Ikut Bermain
Salah satu pendekatan yang ditekankan dalam perkembangan Como adalah penggunaan data dan analisis dalam proses perekrutan pemain. Dalam sebuah wawancara, Mirwan menjelaskan bahwa klub mulai mengandalkan pendekatan yang lebih sistematis, bukan hanya mengandalkan intuisi dalam memilih pemain.
Kedengarannya memang tidak terlalu dramatis. Tidak ada adegan Mirwan menunjuk pemain sambil berkata, “Dia! Beli sekarang!”.
Baca juga:Â MU Resmi Lepas Raphael Varane ke Como 1907Â
Tetapi justru keputusan-keputusan yang terlihat membosankan di balik layar sering menjadi fondasi perubahan besar di lapangan.
Como kemudian berhasil kembali ke Serie A pada 2024 setelah lebih dari dua dekade absen. Klub tersebut tidak berhenti sebagai tim promosi, tetapi terus berkembang dan menunjukkan ambisi lebih besar di kompetisi Italia.
Dari Klub Kecil ke Panggung Eropa
Perjalanan Como mencapai titik yang sulit dibayangkan beberapa tahun sebelumnya. Pada musim 2025/2026, Como finis di posisi keempat Serie A dengan 71 poin dan mendapatkan tiket ke Liga Champions 2026/2027, menurut laporan media yang terbit pada 2026.
Di sinilah nama Mirwan semakin sering diperbincangkan. Bukan karena ia mencetak gol, tentu saja. Kalau presiden klub ikut mencetak gol, mungkin sepak bola Italia sudah punya masalah baru.
Perannya lebih banyak berada di balik layar: memastikan arah klub, membangun struktur organisasi, mengembangkan bisnis, dan menjaga agar proyek Como tetap berjalan sesuai rencana.
Indonesia Punya Cerita di Como
Kisah Mirwan juga memiliki hubungan menarik dengan perkembangan sepak bola Indonesia. Ketika Como diambil alih Grup Djarum pada 2019, salah satu latar belakang awalnya adalah mendukung program Garuda Select yang memberikan pengalaman kompetisi dan pelatihan di Eropa bagi pemain muda Indonesia.
Seiring waktu, proyek tersebut berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih besar. Como tidak lagi sekadar menjadi tempat persinggahan pemain muda Indonesia. Klub tersebut berubah menjadi proyek sepak bola internasional dengan ambisi bersaing di level tertinggi Italia.
Baca juga:Â Napoli berhasil Menjuarai Coppa Italia 2019/20, setelah menang Adu Penalti dari Juventus
Mirwan pun menjadi salah satu wajah Indonesia yang berada di balik perjalanan tersebut. Pada akhirnya, cerita Mirwan Suwarso dan Como 1907 bukan sekadar kisah orang Indonesia yang bekerja di sepak bola Italia.
Ini adalah cerita tentang bagaimana dunia sepak bola modern semakin sulit dipisahkan dari bisnis, teknologi, pemasaran, dan manajemen.
Sebab di sepak bola hari ini, menang ternyata tidak cukup hanya dengan sebelas pemain, bola, dan doa suporter.
Di balik layar, ada data, strategi, uang, jaringan, dan orang-orang yang bekerja agar semuanya terlihat sederhana ketika pertandingan akhirnya dimulai.
Dan Mirwan Suwarso? Ia memilih bekerja di bagian yang jarang terlihat kamera—tetapi hasilnya bisa membuat satu kota di Italia kembali bermimpi.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













