Fajar/Fikri Tersingkir di Babak Pertama Indonesia Open 2026 Usai Dikalahkan Ganda China.

Milenianews.com, Jakarta – Baru beberapa hari menikmati status sebagai ganda putra nomor dua dunia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri justru mendapat tamparan kenyataan di rumah sendiri. Di hadapan publik Istora Senayan yang terkenal bising dan setia, pasangan Indonesia itu tersingkir bahkan sebelum turnamen benar-benar memanas.

Polytron Indonesia Open 2026 yang seharusnya menjadi panggung pembuktian berubah menjadi cerita singkat yang berakhir terlalu cepat.

Fajar/Fikri kalah dua gim langsung dari pasangan pelapis China, Chen Bo Yang/Liu Yi, dengan skor 13-21 dan 14-21 pada babak pertama, Rabu (3/6).

Baca juga: Pasangan Marcus/Kevin Raih Hasil Positif di Babak Pertama Fuzhou China Open 2019

Ranking Tinggi, Permainan Rendah

Dalam olahraga modern, ranking sering diperlakukan seperti ramalan cuaca. Menjadi patokan, tetapi tidak selalu akurat.

Secara peringkat, Fajar/Fikri datang sebagai pasangan nomor dua dunia. Sementara Chen Bo Yang/Liu Yi berada di posisi ke-10 dunia dan bahkan masih dianggap pelapis di sektor ganda putra China.

Namun begitu pertandingan dimulai, ranking seolah kehilangan maknanya.

Alih-alih tampil dominan, Fajar/Fikri justru terlihat gugup dan penuh kesalahan. Mereka tertinggal cepat 1-7 pada awal gim pertama.

Di saat pendukung Indonesia berharap kebangkitan, yang muncul justru rentetan error yang membuat lawan semakin nyaman bermain.

Terjebak dalam Permainan Lawan

Salah satu masalah terbesar Fajar/Fikri adalah pola permainan mereka yang mudah terbaca, Terlalu sering mengangkat bola membuat Chen/Liu mendapatkan undangan terbuka untuk menyerang. Dan pasangan China itu tidak perlu diundang dua kali.

Smash demi smash dilancarkan tanpa banyak kesulitan. Pertahanan Indonesia terus ditekan hingga interval gim pertama ditutup dengan skor 11-5 untuk keunggulan Chen/Liu.

Mereka sempat memangkas jarak menjadi 8-12. Namun seperti mahasiswa yang baru sadar ujian dimulai lima menit lagi, kebangkitan itu datang terlambat. Tiga poin beruntun dari Chen/Liu langsung mengembalikan jarak aman.

Kesalahan servis, pukulan yang terlalu panjang, hingga kegagalan membangun serangan membuat gim pertama berakhir dengan skor 13-21.

Baca juga: Mahasiswa UBSI Pontianak ‘Runner Up’ Badminton Open Tournament

Memasuki gim kedua, banyak yang berharap Fajar/Fikri melakukan perubahan. Sayangnya, cerita yang muncul masih serupa, Mereka kembali tertinggal sejak awal pertandingan.

Adu drive yang seharusnya menjadi senjata justru menjadi jebakan. Serangan balik Chen/Liu berkali-kali membuat pasangan Indonesia kehilangan poin.

Bahkan bola-bola yang jatuh tipis di garis lapangan seolah selalu berpihak kepada pasangan China, Ketika interval gim kedua menunjukkan angka 11-4, suasana Istora mulai berubah.

Alarm Keras untuk Ganda Putra Indonesia

Kekalahan ini memang tidak menghapus status Fajar/Fikri sebagai salah satu pasangan terbaik dunia.

Namun hasil di Istora menjadi alarm yang sulit diabaikan, Status ranking dua dunia ternyata tidak cukup ketika performa di lapangan jauh dari kata optimal.

Lebih dari itu, hasil ini juga menunjukkan bagaimana regenerasi ganda putra China terus berjalan dengan baik. Ketika pasangan utama mereka sering mendapat sorotan, para pemain pelapis justru datang diam-diam dan menciptakan kejutan.

Bagi Indonesia, kekalahan ini mungkin hanya satu pertandingan, Namun bagi publik bulu tangkis yang berharap banyak di Indonesia Open, hasil tersebut terasa seperti tamu tak diundang yang datang terlalu cepat.

Dan di tengah gemuruh Istora yang biasanya menjadi panggung kemenangan, Fajar/Fikri harus menerima kenyataan pahit ranking tinggi memang membanggakan, tetapi kemenangan tetap harus diperjuangkan di lapangan.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *