Rakha dan Balqis, Dua Siswa SMK Indonesia yang Berhasil Temukan Kerentanan Sistem NASA

Milenianews.com, Jakarta – Di saat dimana masih sering menganggap anak SMK cuma “cadangan dunia kerja” dan bukan calon inovator teknologi, dua pelajar asal Depok justru berhasil melakukan sesuatu yang bahkan terdengar seperti plot film Hollywood murahan: menemukan celah keamanan sistem milik NASA.

Ya, NASA. Badan antariksa Amerika Serikat itu. Lembaga yang mengurus roket, satelit, dan mungkin lebih sering dibayangkan netizen Indonesia sebagai tempat kerja orang-orang super jenius yang sarapannya rumus fisika.

Baca juga: Belajar Kreatif di Era Digital: Siswa Sekolah Prestasi Global-Depok, Antusias Membuat Komik

Nama Rakha Hayya Ilhamsyah dan Balqis Amanda Shifa Dewi dari SMK Taruna Bhakti Depok mendadak ikut masuk dalam percakapan soal keamanan siber global. Bukan karena bikin sensasi TikTok atau konten prank receh, melainkan karena berhasil menemukan kerentanan sistem digital NASA melalui program Bug Bounty.

Anak Kelas 11 yang “Main-main” dengan Sistem NASA

Rakha dan Balqis adalah siswa kelas 11 jurusan Teknik Jaringan Komputer (TJK). Namun apa yang mereka lakukan jelas bukan sekadar tugas sekolah yang dikumpulkan sebelum deadline.

Keduanya menjalankan analisis keamanan siber menggunakan metode penetration testing teknik yang biasa dipakai profesional cybersecurity untuk menguji celah keamanan sistem digital.

Mereka memulai dari tahap reconnaissance atau pengumpulan informasi awal. Setelah itu, keduanya melakukan mapping endpoint untuk memetakan titik akses layanan digital NASA.

Belum selesai sampai situ, mereka juga menguji validasi input sistem demi mencari kemungkinan celah yang bisa dimanfaatkan pihak luar.

Prestasi yang Diam-diam Menampar Cara Pandang Kita

Keberhasilan Rakha dan Balqis sebenarnya bukan cuma soal NASA. Ini juga tentang bagaimana pendidikan vokasi Indonesia sering dipandang sebelah mata.

Padahal di era digital seperti sekarang, kemampuan praktis justru menjadi senjata utama. Anak-anak SMK sering dicap hanya siap kerja teknis. Jarang ada yang membayangkan mereka bisa bersaing di level global. Apalagi di bidang cybersecurity yang penuh istilah rumit dan perkembangan super cepat.

Namun Rakha dan Balqis membuktikan satu hal penting, akses internet dan rasa ingin tahu kadang lebih berharga daripada fasilitas mewah.

Karena di dunia teknologi, yang menentukan bukan seberapa mahal gedung sekolahmu, melainkan seberapa besar kemauanmu belajar.

Dari Depok ke NASA

Rakha mengaku bangga bisa membawa nama baik sekolahnya. Dan tentu saja, kebanggaan itu terasa wajar. Sebab tidak setiap hari ada siswa SMK Indonesia yang mendapat pengakuan langsung dari NASA.

Prestasi ini juga menjadi pengingat bahwa talenta digital Indonesia sebenarnya sangat besar. Hanya saja, sering kali tenggelam di tengah ekosistem yang lebih sibuk mengejar viral daripada membangun kapasitas. Padahal dunia cybersecurity global sedang membutuhkan banyak talenta muda.

Baca juga: 22 Mahasiswa UBSI Lolos GSA 2026, Bukti Kampus Digital Kreatif Berprestasi

Dan mungkin, di tengah segala kekacauan internet hari ini mulai dari penipuan online, kebocoran data, sampai akun media sosial yang lebih sering diretas mantan daripada hacker profesional kisah Rakha dan Balqis terasa seperti kabar baik yang menyegarkan.

Bahwa dari sebuah ruang kelas di Depok, ternyata ada anak-anak muda yang tidak cuma bermimpi menembus dunia, tetapi benar-benar berhasil mengetuk pintunya.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *