Milenianews.com, Rembang – Ada-ada saja yang dilakukan para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2020 ini. Terutama peserta tes CPNS asal Kabupaten Rembang ini yang kedapatan membawa lembaran kertas bertuliskan huruf arab. Kertas yang diduga jimat itu, ditemukan di lokasi tes yang berlangsung di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Baca Juga : Perjalanan dan Jasa Besar Karir Larry Tesler, Pencipta Copy, Cut dan Paste
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kabupaten Rembang, Suparmin membenarkan perihal adanya peserta yang kedapatan membawa kertas yang bertuliskan arab itu. Hal ini diketahui dari hasil pemeriksaan ketika di Yogyakarta.
Selain menggunakan alat detector logam, petugas juga memeriksa dengan meraba-raba saku dan bagian tubuh lain dari calon peserta. Pasalnya dilarangnya membawa barang apapun masuk ke ruangan tes.
“Saya tidak mengetahui perihal alasan peserta membawa jimat, mungkin ada kepercayaan. Total yang diketemukan cukup banyak, hari pertama ada tiga peserta, lalu hari kedua ada empat peserta,” ungkapnya saat di konfirmasi Milenianews.com, Rabu (26/2).
“Jadi kita lebih teliti, barang sekecil apapun akan dapat terdeteksi. Jadi temuan semacam ini tidak sampai masuk ke ruangan tes.”
Selain Jimat ada Hal Lainnya yang Terjadi
Saat petugas mendapati peserta membawa barang bawaan, petugas langsung meminta untuk dititipkan.
Selain membawa jimat, ada pula peserta yang datang terlambat. Namun, rata-rata yang terlambat hanya dua peserta tidak begitu banyak.
“Karena pukul 07.55 WIB sistem sudah ditutup dari pusat. Jadi peserta yang datang terlambat terpaksa tidak bisa mengikuti tes,” tambahnya.
“Ada juga yang tidak membawa identitas diri, tidak membawa e-KTP, KK dan suket yang berlaku. Hal seperti ini juga tidak dapat ditolerir, ketika masuk ke ruangan tetap akan dikeluarkan petugas,” terangnya.
Baca Juga : Nyabu di WC, Mantan Anggota DPRD Rembang Diringkus Polisi
Pihaknya menyatakan selama tes berlangsung setidaknya ada 43 petugas yang dikerahkan. Dalam satu sesi ada 300 peserta, dan dibagi menjadi dua sesi. Total seharinya ada 500 peserta, tinggal dikalikan dari formasinya.
Pelaksana dari BKD juga telah disiagakan sebanyak 7 orang. Hal ini dilakukan guna membantu memfasilitasi peserta tes. (Minan)