News  

Mata Air Harapan di Fakfak: BMH Akhiri Penantian Panjang Santri Bomberay

BMH meresmikan sumur bor di  Pesantren Yayasan Forum Persaudaraan Umat Islam Bomberay. Ini merupakan sumur bor ke-240 yang dibangun oleh BMH. (Foto: Dok BMH)

Milenianews.com, Fakfak– Di Kampung Onimsari, Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak, air pernah menjadi sesuatu yang harus ditunggu, bukan sekadar diambil. Selama bertahun-tahun, Yayasan Forum Persaudaraan Umat Islam Bomberay menggantungkan nasib pada langit. Jika hujan turun, ada air. Jika kemarau datang, dahaga dan kesulitan sanitasi menjadi kawan sehari-hari.

Namun, cerita itu berubah, ketika BMH berhasil membangunkan sumur bor untuk mereka, belum lama ini.

Tanah tandus itu kini basah oleh air jernih yang memancar deras. Laznas BMH, berkat amanah para donatur, berhasil merampungkan pembangunan sumur bor ke-240 di titik ini.

“Selama ini, ritme hidup kami didikte oleh musim. Saat kemarau, kondisi sangat sulit,” tutur Ustaz Moksar, pengasuh yayasan, dengan suara bergetar. “Alhamdulillah, kini Allah kirimkan jalan keluar. Air ini adalah jawaban doa kami.”

Kegembiraan itu paling terasa di wajah Abu Zainal. Salah satu santri di sana tak henti-hentinya membasuh muka, seolah memastikan air itu nyata. “Terima kasih,  Kakak-kakak BMH dan donator. Sekarang kami bisa mendapatkan air bersih dengan mudah,” ucapnya dengan senyum lebar.

Bagi 200 jiwa yang kini menjadi penerima manfaat, sumur ini bukan sekadar lubang galian. Ini adalah kehidupan. Aktivitas belajar, ibadah, memasak, hingga bersuci kini tak lagi dibayangi rasa was-was akan kekurangan air.

Baca Juga : BMH Resmikan Sumur Bor Ke-236 di Jatim, Berlokasi di  Pondok Pesantren Bhumi Ngasor Malang

Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menegaskan bahwa peresmian ini adalah bukti bahwa jarak bukan penghalang bagi kebaikan.

“Air bersih adalah hak dasar. Melalui sumur bor ini, kami ingin memastikan saudara-saudara kita di pelosok Papua dapat beribadah dan hidup dengan lebih sehat dan layak,” tegasnya.

Hari ini, air yang mengalir di Fakfak bukan hanya membasahi kerongkongan, tetapi juga menyejukkan hati para donatur yang menyadari: sedekah mereka telah sampai sejauh ini, mengalirkan kehidupan di tanah Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *