Film, News  

Film Dirty Vote Hebohkan Masa Tenang Jelang Pemilu

Poster Film Dirty Vote (Gambar dari Instagram @dhandy_lhaksono)

Milenianews.com, JakartaFilm Dirty Vote hebohkan masa tenang kampanye, tepatnya tiga hari menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024. Dengan merangkum dan membongkar kejadian janggal menjelang event akbar 5 tahunan tersebut.

Dirty Vote adalah film yang digarap oleh Dandhy Dwi Laksono yang sebelumnya juga sudah menggarap sejumlah film dokumenter seperti Sexy Killers, Pulau Plastik, dan Barang Panas.

Film dokumenter yang tayang di Youtube mulai Minggu (11/2) ini, telah ditonton sebanyak total lebih dari 6,4 juta kali. Di kanal resmi Dirty Vote, per Senin pukul 09.00 WIB, film tersebut telah ditonton 3.305.925 kali.

Baca juga: Respons Situasi Pemilu, Rektor IPB University: Kebebasan Mimbar Akademik Harus Terus Kita Jaga

Kemudian di dua kanal YouTube lainnya, yakni PSHK Indonesia dan Refly Harun, Dirty Vote telah ditonton masing-masing 2.235.800 kali dan 895.651 kali. Sehingga film tersebut telah ditonton total sebanyak 6.437.376 kali.

Sinopsis film Dirty Vote

Dalam film tersebut mengulas tentang kecurangan-kecurangan yang dilakukan selama masa kampanye. Hal tersebut disampaikan oleh tiga Ahli Hukum Tata Negara, yakni Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsari.

Ketiganya mengungkap berbagai instrumen kekuasaan telah digunakan untuk tujuan memenangkan pemilu dan merusak tatanan demokrasi dengan nada netral.

Penggunaan infrastruktur kekuasaan yang kuat, tanpa malu-malu dipertontonkan secara telanjang demi mempertahankan status quo. Bentuk-bentuk kecurangannya diurai dengan analisis hukum tata negara.

Film ini tidak dikemas seperti film dengan skenario atau film dokumenter, lebih seperti acara jurnalistik yang statis yang merangkum berita dan data-data statistik, serta hasil riset. Sehingga akan cukup membosankan bagi banyak orang, terutama yang tidak menerima informasinya dengan baik.

Baca juga: Film #OOTD Bawakan Desain Lokal ke Kancah Internasional

Keterlibatan KPU dan Bawaslu dalam kecurangan kampanye

Hal tersebut dirangkum berdasarkan berita-berita yang ada di media sosial dan media online. Membantu para penontonnya untuk mengejar ketertinggalan informasi serta kemungkinan yang tertutup algoritma media sosial.

Tidak hanya membahas pelanggaran satu paslon, “Dirty Vote” juga membahas apakah kampanye yang dilakukan ketiga paslon sesuai dengan aturan atau tidak.

Kemudian, film ini juga menunjukkan bagaimana keterlibatan dan hubungan antara orang-orang di balik Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam pelanggaran yang terjadi. Di mana KPU disebut lebih sering jadi pelayan parpol (partai politik) alih-alih menjadi penegak hukum menjelang pemilu.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *