News  

Dulu Gubuk Tani, Sekarang Sudah Diresmikan Jadi Masjid

Baitul Wakaf dan para stakeholder terkait di Bengkulu Tengah meresmikan Masjid Asshofa di Desa Talang Empat,  Kecamatan  Karang Tinggi,  Bengkulu Tengah, sabtu (28/10/2023). (Foto: Dok Baitul Wakaf) 

Milenianews.com, Bengkulu– Berawal dari sebuah gubuk tani yang kecil dan rapuh dengan ukuran 2×3 meter, yang secara rutin dipakai tempat mengaji dan shalat petani serta warga,  kini bertransformasi menjadi sebuah bangunan masjid berkonsep minimalis. Masjid itu  akan difungsikan menjadi pusat keagamaan dan pendidikan untuk santri dan warga. Masjid itu diberi nama Ashoffa dan kini telah rampung dan diresmikan.

“Alhamdulillah pada Sabtu (28/10/2023),  Baitul Wakaf bersama dengan perwakilan Bupati Bengkulu Tengah, Perwakilan DPRD Provinsi Bengkulu, Perwakilan Polres Bengkulu Tengah, Perwakilan Koramil Bengkulu Tengah, tokoh masyarakat  dan warga Desa Talang Empat,  Kecamatan  Karang Tinggi,  Bengkulu Tengah sukses menggelar acara peresmian Masjid Asshofa,” kata Direktur Baitul Wakaf Rama Wijaya dalam rilis yang diterima Milenianews.com, Senin (6/11/2023).

Rama menambahkan, Masjid Asshofa ini akan digunakan untuk tempat peribadatan sekaligus menjadi tempat pembinaan umat.

Gunawan R perwakilan selaku staf  ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Bengkulu Tengah dalam hal ini mewakili pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah mengucapkan terima kasih atas pembangunan masjid di wilayahnya.

“Alhamdulillah, kami berterimak  asih atas terbangunnya masjid ini. Kami dari pemerintah akan sangat mendukung dan ikut memakmurkan kegiatan di sini,” tutur Gunawan saat peresmian Masjid Asshofa.

Sementara itu Abduarbain mewakili Anggota DPRD Provinsi Bengkulu menyampaikan hal yang sama.  “Semoga Masjid Asshofa ini dapat menjadi tempat pembinaan bagi para santri dan warga guna mencerdaskan kehidupan bangsa dan dari masjid ini akan membentuk para pemimpin yang lebih baik moralnya,” ujarnya.

Baca Juga : Baitul Mal Hidayatullah Resmikan Lumbung Ternak di Kampung Mualaf Baduy

Selain sejumlah tokoh pemerintah, pengurus masjid dan pesantren, tokoh masyarakat, acara ini juga dihadiri oleh masyarakat sekitar lokasi. Di  antaranya Pak Sutrisno selaku warga sekitar mengaku bahagia dan sangat bersuka cita akan adanya masjid ini.

“Selama ini jika ingin shalat Jumat ataupun shalat berjamaah harus berjalan melewati kebun sawit ke masjid kampung sebelah. Kami mengucapkan terimakasih kepada Baitul Wakaf  dan para pewakif yang telah mendonasikan sebagian hartanya.  Semoga Allah SWT membalas dengan sebaik-baiknya pahala” tuturnya.

Hadir dalam dalam peresmian ini secara langsung Asih Subagyo, M.kom yang juga Pembina Baitul Wakaf. Ia  menerangkan sejarah terbangunnya masjid ini dan terwujud karena kolaborasi banyak pihak.

“Bahwa program ini merupakan kolaborasi antarpara pihak. Peran Baitul Wakaf ialah memakmurkan aset wakaf. Setelah masjid ini dibangun,  selanjutnya yang kita fokuskan ialah bagaimana agar masjid ini menjadi produktif dan mandiri dalam pengelolaannya. Semoga para pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan juga ikut berkontribusi dalam pengembangan masjidnya,” ucapnya.

Acara peresmian Masjid Asshofa ini ditandai  dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti. Lalu  ditutup dengan doa, ramah tamah serta shalat berjamaah. “Baitul Wakaf berharap Masjid Asshofa  ini dapat berkontribusi dalam membangun peradaban melalui wakaf,” kata Asih Subagyo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *