Milenianews.com, Bogor – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memberikan penjelasan alasan Prof. Dr. Dr. Budi Santoso, Sp.OG.(K) dari jabatan Dekan Fakultas Kedokteran. Ketua Pusat Komunikasi dan Informasi Publik (PKIP) Unair, Martha Kurnia Kusumawardani dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Kamis (4/7), membenarkan tersebarnya pemberitaan pemberhentian dekan FK Unair di beberapa media sosial.
“Alasan atau pertimbangan pimpinan Universitas Airlangga terkait pemberhentian ini adalah merupakan kebijakan internal untuk menerapkan tata kelola yang lebih baik guna penguatan kelembagaan khususnya di lingkungan FK Unair,” katanya.
Baca juga: Luluskan 77 Sarjana, Dekan FUF UIN Ar-Raniry Ingatkan Alumni Harus Miliki Akhlak Terpuji
Pihak kampus juga masih memberikan apresiasi kepada Prof. Dr. Dr. Budi Santoso, Sp.OG.(K) atas pengabdiannya sebagai Dekan di Universitas Airlangga
Pihak kampus juga masih memberikan apresiasi kepada Prof. Dr. Dr. Budi Santoso, Sp.OG.(K) atas pengabdiannya sebagai Dekan di Universitas Airlangga.
“Kami menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Prof. Dr. dr. Budi Santoso Sp.OG.(K) atas semua pengabdian dan jasa-jasanya selama memangku jabatan tersebut,” ujarnya.
Marta berharap Unair, khususnya FK Unair, terus menjadi fakultas kedokteran yang dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan negara Indonesia.
Berita ini bermula dari Prof. Budi Santoso viral di Grup WhatsApp Dosen FK Unair (WAG). Dalam keterangannya, Budi Santoso berpamitan kepada sekitar 300 anggota rombongan setelah menerima keputusan rektorat Unair yang memecatnya dari jabatan dekan FK Unair.
“Per hari ini saya diberhentikan sebagai Dekan FK Unair. Saya menerima dengan lapang dada dan ikhlas. Mohon maaf selama saya memimpin FK Unair ada salah dan khilaf, mari terus kita perjuangkan FK Unair tercinta untuk terus maju dan berkembang,” demikian petikan pernyataan Budi Santoso dalam WAG tersebut.
Saat dikonfirmasi, Budi Santoso membenarkan bahwa pernyataannya tersebut merupakan kewajibannya untuk mengucapkan selamat tinggal kepada dosen dan pensiunan. “Benar, itu pesan dari saya di grup dosen FK Unair. Benar saya diberhentikan per hari ini,” katanya.
Saat ditanya apakah hal itu terkait dengan pernyataannya yang menolak program kedokteran luar negeri, “Iya. Proses saya untuk dipanggil berkaitan dengan itu,” ujarnya.
Ia berspekulasi, ada perselisihan antara pimpinan Unair dengannya mengenai program Kementerian Kesehatan yang mendatangkan dokter asing.
“Karena saya dan rektor punya perbedaan dan saya mengaku berbeda, maka keputusan beliau diterima. Namun kalau saya boleh mengutarakan hati nurani, saya kira kalau ditanyakan ke semua dokter, apakah bersedia menjadi dokter asing? Saya yakin jawabannya adalah tidak,” katanya.
Baca juga: Sensodyne dan Dokter Gigi Berkolaborasi Selenggarakan Fun Walk
Menurut Budi, Rektor Universitas Airlangga mengundangnya pada Senin, 7 Januari silam, untuk mendalami pernyataan Budi yang menolak program kedokteran asing di Indonesia.
Ia mendapat pemecatannya hari ini. Menurut Prof. Budi yakin 92 fakultas kedokteran di Indonesia mampu menghasilkan dokter yang berkualitas. Faktanya, kualitasnya tidak kalah dengan dokter asing.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.