News  

Bulan Juli 2023 Jadi Rekor Suhu Terpanas dari 120 Ribu Tahun Terakhir

Bulan Juli 2023

Milenianews.com, Jakarta – Para ilmuwan dari dua otoritas iklim internasional mengatakan bahwa bulan Juli 2023 akan menjadi bulan terpanas dalam catatan sejarah planet Bumi. Tiga benua sedang mengalami panas yang luar biasa dan suhu samudera juga meningkat pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Penduduk dunia baru saja mengalami tiga minggu terpanas yang pernah tercatat dalam lebih dari seratus ribu tahun terakhir.

“Suhu pada bulan Juli sangat ekstrem sehingga hampir pasti bulan ini akan memecahkan rekor dengan selisih yang signifikan,” kata Layanan Perubahan Iklim Uni Eropa, Copernicus dan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dalam sebuah pernyataan (27/7).

Baca juga : Indonesia Dilanda Cuaca Panas, BMKG Angkat Bicara!

Bulan Juli 2023 jadi rekor terpanas

Suhu terpanas dari 120 ribu tahun terkahir

Rata-rata suhu global selama 23 hari pertama bulan Juli 2023 mencapai 16,95 derajat Celsius, melebihi rekor sebelumnya pada Juli 2019 sebesar 16,63 derajat Celsius. Para ilmuwan menduga bahwa saat ini merupakan suhu terpanas dalam 120 ribu tahun terakhir.

“Ini adalah suhu terpanas dalam sejarah manusia,” kata Deputi Direktur Copernicus, Samantha Burgess, dikutip dari CNN.

Pemanasan global ini memperburuk musim panas yang sangat panas di belahan bumi utara. Beberapa daerah di Amerika Serikat mencatat suhu di atas 120 derajat Fahrenheit atau 50 derajat Celsius. Di Mediterania, kebakaran hutan akibat suhu tinggi menyebabkan lebih dari 40 orang meninggal.

Ilmuwan menyatakan bahwa penyebab perubahan iklim oleh aktivitas manusia adalah penyebab utama dari panas ekstrem ini. Studi baru juga menunjukkan bahwa perubahan iklim berperan penting dalam gelombang panas di AS, China, dan Eropa selatan pada musim panas ini.

Badai El Nino

Menurut Burgess, El Nino belum berdampak besar pada suhu global karena masih dalam fase perkembangan. Namun, tahun depan kemungkinan akan berperan dan menyebabkan suhu lebih tinggi lagi.

Baca juga : Beraktivitas saat Cuaca Panas, Rentan Terkena Heat Stroke, Cegah dengan Cara ini

Pada bulan Juni lalu, tercatat sebagai bulan Juni terpanas dengan selisih yang signifikan, menurut Copernicus. Kemudian, pada bulan Juli 2023, dunia mencatat rekor hari terpanas.

Pada tanggal 6 Juli, suhu rata-rata global naik menjadi 17,08 derajat celsius, mengalahkan rekor sebelumnya yang terjadi pada Agustus 2016, yaitu 16,8 derajat celsius, menurut data Copernicus. Ia mengatakan bahwa jika tren suhu ini berlanjut hingga musim gugur dan musim dingin, maka kemungkinan tahun 2023 akan menjadi tahun terhangat yang pernah tercatat.

Seorang ilmuwan iklim dari Brown University yang tidak terlibat dalam laporan tersebut, Kim Cobb, memperingatkan bahwa rekor ini dapat terus terkalahkan oleh rekor berikutnya.

Baca juga : 7 Tips Agar Tubuh Tetap Sehat Saat Cuaca Tidak Menentu

“Mengerikan mengingat bahwa pada dekade berikutnya, kemungkinan tahun ini akan dipandang sebagai tahun yang relatif sejuk,” katanya.

Menurut Sekjen World Meteorological Organization, Petteri Taalas, iklim ekstrem yang terjadi pada Juli 2023 adalah bukti nyata dari perubahan iklim.

Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *