Rasa Pedas Cabai Bisa Gempur Sel Kanker Paru

Cabai termasuk jenis tanaman sayuran dan bumbu, dengan rasa khasnya yang pedas disukai banyak orang. Cabai salah satu bahan makanan yang paling disukai terutama jika diolah menjadi sambal. Berbagai jenis sambal bisa dibuat dengan bahan dasar cabai. Banyak manfaat yang diperoleh dengan mengkonsumsi cabai.

Kandungan Yang Terdapat Pada Cabai

Rasa pedas Cabai banyak mengandung vitamin A, B, C dan E, ditambah mineral seperti molibdenum, mangan, folat, kalium, thiamin, dan tembaga, kalsium, protein, karbohidrat, zat besi dan fosfor.

Rasa Pedas Cabai juga mengandung senyawa seperti alkaloid, capsicin. Berikut kandungan gizi dari komposisi buah cabai per 100g:

Senyawa Kadar Nutrisi Persen dari Kebutuhan Harian
Energi (kalori) 40,00 2,00
Karbohidrat (g) 8,81 7,00
Protein (g) 1,87 3,00
Lemak total (g) 0,44 2,00
Serat (g) 1,50 3,00
Folat (µg) 23,00 6,00
Niasin (mg) 1,244 8,00
Asam pantotenan (mg) 0,201 4,00
Piridoksin (mg) 0,506 39,00
Riboflavin (mg) 0,086 6,50
Taimin (mg) 0,72 6,00
Vitamin A (UI) 952,00 32,00
Vitamin C (mg) 143,70 240,00
Vitamin E (mg) 0,69 4,50
Vitamin K (µg) 14,00 11,50
Natrium (mg) 9,00 0,50
Kalium (mg) 322,00 7,00
Kalsium (mg) 14,00 1,50
Tembaga (mg) 0,129 14,00
Besi (mg) 1,03 13,00
Magnesium (mg) 23,00 6,00
Mangan (mg) 0,187 8,00
Fosfor (mg) 43,00 6,00
Selenium (µg) 0,50 1,00
Seng (mg) 0,26 2,00
β-karoten (µg) 534,00
a-karoten (µg) 36,00
 β- kriptosanin (µg) 40,00
Lutein-zeasantin (µg) 709,00

Sumber. USDA National Nutrient Data Base.

Khasiat Cabai Membunuh Sel Kanker Paru

Kanker dikenal sebagai penyakit yang mematikan. Berbagai penelitian telah dikembangkan untuk membasmi sel kanker. Cabai disinyalir mampu melawan tumbuh kembangnya sel kanker dalam tubuh.

Capsaicin merupakan zat kimia yang menimbulkan rasa pedas alami. Capsaicin merupakan komponen aktif yang berguna membasmi sel-sel kanker dalam tubuh.

Dilansir dari EurekAlert, temuan terbaru sebuah komponen rasa pedas cabai bisa membantu memperlambat penyebaran kanker paru.

Jamie Friedman, kandidat doktor yang melakukan penelitian ini di Marshall University Joan C. Edwards School of Medicine, Amerika Serikat mengatakan, kanker paru ataupun yang lainnya kebanyakan bermetastasis ke lokasi sekunder seperti otak, hati, atau tulang. Hal semacam ini yang membuat penyakit tersebut menjadi sulit diobati.

“Hasil penelitian menyarankan bahwa kandungan alami capsaicin dari cabai dapat mewakili jenis terapi untuk melawan penyebaran pada pasien kanker paru-paru”, sambungnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *