Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C

Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C

Milenianews.com – Untuk menjaga kesehatan, asupan vitamin menjadi penting untuk kita di zaman sekarang. Selain mengkonsumsi dalam bentuk suplemen, vitamin juga bisa masuk kedalam tubuh melalui suntikan. Suntik vitamin C salah satunya, ini telah menjadi cara mudah untuk memberikan manfaat tinggi, akan tetapi juga memiliki efek samping.

Mengutip Healthline (19/5), suntik vitamin C biasanya hanya orang gunakan ketika kadar vitamin C sangat perlu meningkat dengan cepat. Gejala khas kekurangan vitamin C meliputi:

  • Gusi bengkak dan berdarah
  • Kelelahan Penyembuhan luka yang buruk
  • Nyeri sendi
  • Gigi goyang
  • Bintik-bintik berwarna pada kulit

Selain itu, suntikan vitamin C bisa juga biasa orang lakukan ketika tidak dapat mengkonsumsi suplemen oral karena penyerapan yang buruk atau alasan lain oleh tubuh. Vitamin C biasanya di suntikan ke dalam vena (intravena), ke dalam otot (intramuskular), atau di bawah kulit (subkutan). 

Baca Juga : 7 Manfaat Makan Yogurt untuk Kesehatan

Manfaat Suntik Vitamin C

Beberapa manfaat yang paling signifikan dari suntik vitamin C, meliputi:

  • Membantu melawan alergi dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  • Meningkatkan kondisi kesehatan tertentu dan melawan penyakit dan gejala seperti flu
  • Membantu meringankan segala kelelahan
  • Meningkatkan tingkat energi ketika merasa “lelah”
  • Melawan radikal bebas dalam tubuh yang dapat menyebabkan penyakit dan penuaan.
  • Membantu melawan depresi
  • Membantu penurunan berat badan dengan meningkatkan metabolisme
  • Mendorong kekuatan tulang
  • Menciptakan sistem kekebalan tubuh yang kuat
  • Meningkatkan kualitas dan penampilan kulit, sehingga terlihat awet muda
  • Membantu kemampuan daya ingat dengan meningkatkan kadar neurotransmiter di otak.
  • Meningkatkan asupan antioksidan

Selain beberapa manfaat di atas, Vitamin C juga perlu untuk biosintesis kolagen yang memperlambat penuaan kulit. Kolagen adalah komponen penting dari jaringan ikat, yang memainkan peran penting dalam elastisitas kulit dan penyembuhan luka. Selain itu, vitamin C adalah antioksidan fisiologis yang meregenerasi antioksidan lain di dalam tubuh, termasuk vitamin E.

Suntik vitamin C ternyata juga terbukti untuk membantu mengobati kanker, selain kandungan manfaatnya untuk kulit, kekebalan, dan penurunan berat badan. Pada awal 1970-an, beberapa peneliti menggunakan suntik vitamin C intravena bersama dengan obat kanker. Sehingga mampu meningkatkan pengobatan kanker.

Baca Juga : 4 Manfaat Donor Darah Bagi Kesehatan, Tertarik Coba?

Suntik vitamin C intravena dapat menghasilkan kadar vitamin C yang sangat tinggi dalam tubuh. Para peneliti percaya bahwa kadar vitamin C yang tinggi ini dapat menjadi racun bagi sel-sel kanker tanpa merusak sel-sel tubuh yang sehat. Beberapa peneliti juga percaya bahwa vitamin C mungkin dapat mengurangi efek samping obat kanker.

Namun, potensi manfaat suntik vitamin C intravena dalam pengobatan kanker masih kontroversial. Di sebuah tinjauan sistematis, para peneliti menemukan bukti yang tidak memadai untuk menentukan apakah vitamin C intravena benar-benar bermanfaat untuk pengobatan kanker atau tidak. 

Baca Juga : Manfaat Jogging Bagi Kesehatan, Kalian Harus Tahu!

Efek samping

Suntikan vitamin C intravena dalam uji klinis diketahui memiliki efek samping. Namun, efek samping yang berbahaya dari suntikan vitamin C hanya dapat muncul pada pasien dengan faktor risiko tertentu, meliputi:

  • Pasien dengan riwayat gangguan ginjal telah dilaporkan mengalami gagal ginjal setelah suntikan vitamin C.
  • Pasien dengan kecenderungan untuk mengembangkan batu ginjal tidak boleh diobati dengan vitamin C dosis tinggi.
  • Laporan kasus menunjukkan bahwa pasien dengan kelainan bawaan defisiensi G-6-PD tidak boleh melakukan suntikan vitamin C dengan dosis tinggi. Sebab, memiliki risiko anemia hemolisis.
  • Karena vitamin C dapat mempermudah penyerapan zat besi, maka vitamin C dosis tinggi tidak dianjurkan untuk pasien dengan hemokromatosis (Suatu kondisi di mana tubuh mengambil dan menyimpan lebih banyak zat besi dari pada yang tubuh butuhkan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *