Daging Kurban yang Baru Diolah Bisa Sebabkan Gangguan Pencernaan

Daging Kurban yang Baru Diolah Bisa Sebabkan Gangguan Pencernaan
Sumber : Beritasatu

Milenianews.com –  Dalam rangka menyambut dan melaksanakan hari raya Iduladha, berbagai hidangan daging tentu akan selalu ada menemani hari-hari sobat milenia. Tahukah sobat, Banyak orang mengkonsumsi hidangan yang berbahan dasar daging dari hewan kurban dan seringkali mengalami gangguan pencernaan.

Merve Tuna, pakar Ahli Gizi di DoktorTakvimi.com, mengingatkan bahwa mengonsumsi daging segar dari daging kurban dapat menyebabkan masalah seperti gangguan pencernaan. Selain itu, perut kadang kembung, sembelit atau diare untuk beberapa orang. 

Saat hari raya, jumlah dan frekuensi konsumsi daging merah meningkat, baik dari kalangan bawah hingga kalangan menengah kearas. Meski demikian, Merve Tuna mengingatkan agar masyarakat bisa menjaga pola makan selama hari raya ini. Terutama untuk penderita obesitas, tekanan darah tinggi, kardiovaskular, lambung, dan diabetes.

Baca Juga : Manfaat Konsumsi Kopi Bagi Kesehatan, Salah satunya Memperpanjang Umur

Prinsip-prinsip dasar makan sehat, pemilihan makanan, kontrol porsi dan pembagian kelompok makanan yang seimbang harus kita perhatikan selama Iduladha.

“Konsumsi daging tidak boleh berlebihan dan konsumsi kelompok susu, roti, sayur dan buah selain daging pada siang hari tidak boleh kita abaikan. Konsumsi daging per hari tidak boleh melebihi 100-150 gram, meskipun bervariasi sesuai dengan karakteristik seperti usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik. Akan lebih sehat untuk mengkonsumsi banyak sayuran dengan daging,” ucap Merve Tuna, mengutip dari raillynews.com (22/7).

Daging Kurban Jangan Langsung di Konsumsi

Memang untuk beberapa masyarakat yang jarang sekali mengkonsumsi daging tentunya kadang tidak sabar untuk segera membuat hidangan dari olahan daging kurban. Namun ada baiknya jika daging kurban tidak langsung dikonsumsi. Melainkan dengan cara menunggu setidaknya 12-24 jam setelah penyembelihan.

“Untuk itu, penderita penyakit pencernaan tidak boleh langsung mengonsumsi daging kurban. Setelah menyimpan daging di lemari es selama beberapa hari, sebaiknya dikonsumsi dengan cara direbus atau dipanggang, dan hindari menggoreng,” ungkap Merve Tuna.

Baca Juga : 6 Manfaat Petai bagi Kesehatan

Mengolah daging kurban dengan cara menggorengnya pada suhu yang sangat tinggi cukup beresiko. Ketika kita menggoreng dengan suhu tinggi dalam waktu yang lama dapat menyebabkan pembentukan berbagai zat karsinogenik.

Selain itu, jika sobat milenia mengolah daging dengan cara membakarnya atau membuat sate, jarak antara daging dan api harus kita atur. Makanan atau hidangan dari olahan daging bagusnya kita masak dengan lemaknya sendiri dan tidak ada lemak tambahan. Terutama lemak yang berasal dari mentega tidak boleh kita gunakan dalam hidangan daging.

Sementara itu, jika sobat milenia merupakan penderita kolesterol dan orang yang berisiko terkena penyakit kardiovaskular sebaiknya menghindari konsumsi jeroan.

Respon (19)

  1. Yups bener, saya selalu diare kalau habis makan daging kurban, walaupun beberapa potong saja. Huhuhuhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *