Milenianews.com – Salah satu persoalan yang sering terjadi pada generasi zaman sekarang adalah sulit mengatur keuangan. Terkadang perbandingan antara pendapatan dengan pengeluaran tidak seimbang, kalo kata peribahasa besar pasak daripada tiang.
Lantas bagaimana sih cara paling ampuh dalam mengatasinya? tentu kita harus tahu dulu apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi.
Melalui kanal YouTube miliknya, Fellexandro Ruby menuturkan beberapa hal atau kebiasaan yang membuat pengeluaran membengkak. Selain itu, ia juga berbagi tips untuk mengatur keuangan kita lho. Penasaran? Simak langsung tipsnya!
6 Kebiasaan Yang Bikin Pengeluaran Membengkak
1. Sungkan dan gengsi
Sungkan dan gengsi penyakit nomor 1 orang Indonesia. Tidak bisa kita pungkiri jika masyarakat kita itu sungkan, tapi tidak hanya itu, tapi kadang punya rasa gengsi yang tinggi juga. Misal ketika tidak punya uang, sungkan untuk menerima pemberian orang.
Selain itu, gengsi yang mungkin juga tidak kita sadari adalah ketika orang yang merantau kemudian pulang. Saat pulang kampung harus bawa oleh-oleh lah atau bawa motor atau mobil baru. Gengsi yang tinggi juga akan membuat kita boros. Misal ketika kita yang sebenarnya bisa makan di warteg atau bisa bawa bekal tidak melakukan itu karena gengsi melihat orang lain makan di tempat mahal.
Tipsnya, yaa mulailah hidup sederhana dengan menghilangkan rasa sungkan dan gengsi kalian.
Baca juga : Ajak Anak Muda Sehat Secara Finansial, OCBC NISP Resmi Luncurkan Financial Fitness Gym di Jakarta
2. Gak Tahu Cara Kelola Uang
Kalo ini tidak bisa kita kesampingkan. Penyebab kita sering boncos karena pengeluaran adalah karena kurangnya pengetahuan tentang bagaimana mengelola keuangan. Pernahkah sobat milenia berpikir jika kita kerja keras banting tulang tapi hasilnya tidak terasa, selalu habis? Bisa jadi mungkin karena sobat kurang bisa memanage uang.
Mulailah belajar bagaimana membuat financial planning di setiap bulannya. Mungkin akan sulit di awal-awal, tapi ketika sudah terbiasa akan lancar.
3. Lupa Bayar Diri Sendiri
Lupa bayar diri sendiri dalam hal ini maksudnya adalah lupa untuk menabung. Terkadang kita bayar ke negara lewat pajak yang kita bayar, pengeluaran untuk kebutuhan hidup, listrik, air, transport, dan segala macam, tapi kita lupa bayar diri kita sendiri.
Mulailah untuk memikirkan dana pensiun, rumah, dan pendidikan anak. Karena ketika kita investasi, meskipun uangnya habis, seenggaknya pengeluaran itu bisa kita tuai nantinya. Hal-hal tersebut merupakan pengeluaran terbesar dan terlama dalam hidup manusia kenapa yang penting karena ini namanya parking.
Contohnya gini manusia kalau disuruh ngepel satu jam, terserah mau santai pelan-pelan atau cepat-cepat terus istirahat sama saja habis waktu sejam. Caranya sama dengan duit, kita punya penghasilan 3 juta 10 juta tetap enggak akan ada sisanya ya caranya adalah supaya ada sisa harus kita sisipkan ke hal-hal yang bisa kita tuai nanti.
Tabungan ini mungkin enggak berlaku buat teman-teman yang penghasilnya UMR yang memang pengeluarannya udah minimum banget. Kuncinya kalau ini adalah naikin penghasilan dulu dengan naikin skill pengalaman.
Baca juga : Aplikasi Investasi Paling Aman Untuk Pemula
4. Masih Mikir Buat bayar Asuransi
Masih nahan-nahan untuk bayar BPJS atau asuransi juga salah satunya. Mungkin sobat berpikir bayar asuransi malah makin berkurang penghasilannya dan menambah pengeluaran aja. Tapi kita harus pikirkan segala kemungkinan.
“percayalah berita buruk itu selalu datang di saat yang paling tidak kita harapkan”
Dan kalau bicara keuangan kita cuma butuh satu kejadian kayak gini akan bikin kita jatuh banget. Entah masalah kesehatan, kecelakaan, dan lain sebagainnya. Ini tidak hanya berlaku untuk kalian, tapi keluarga kalian juga, setidaknya pastikan mereka punya proteksi minimal BPJS.
4. Menunggu moment untuk Investasi
Nanti deh tunggu momennya lagi bagus, nanti lagi bagus mulai ke saham. Nanti deh tunggu penghasilan gua naik dan lain sebagainya. Yang padahal investasi sudah bisa kita mulai, ga harus besar, mulai dari yang kecil dulu, kemudian kembangkan lagi seiring berjalannya waktu. Sambil belajar, sambil membiasakan.
Penyesalan orang adalah tidak invest lebih awal. Ini bukan soal kita harus super disiplin terus menyengsarakan diri sendiri, bisa kita mulai dari kecil dulu.
5. Semua Harus Baru dan Sekarang juga
Salah satu penyebab kita boncos adalah karena terlena dengan hal baru yang harus segera kita miliki. Sifat fomo karena sosial media juga menjadi pemicunya. Bahkan salah satunya adalah balik ke poin pertama, yaitu gengsi. Orang punya gadget baru, kita beli, padahal yang kita punya masih oke. Kita juga jangan gengsi untuk cari diskon.
Baca juga : Milenial dan Gen Z Merdeka Secara Finansial? Emang Bisa?
6. Credit card
Dari 250 juta penduduk Indonesia, memang cuma 16,5 juta pengguna kartu kredit. Tapi kalau kalian salah satunya, perhatikan saja, memang ini ada limitnya dan biasanya nggak lebih dari penghasilan, tapi punya kartu kreditnya 2 atau 3 akhirnya jadi besar.
Itu berbahaya karena kita jadi gampang terbiasa dengan perasaan enggak apa-apa lah beli kan sekalian ngumpulin poin akhirnya jadi pembenaran untuk beli barang-barang sebenarnya enggak perlu banget.
Mulailah melek investasi dan menabung agar hari tua kita, kita bisa merdeka secara financial.