Milenianews.com – Membahas seputar fakta menarik psikologi, pernah nggak Sobat Milenia di sini bertanya-tanya mengapa untuk suatu hal yang pernah sobat alami? Jika ada, kamu memiliki pemikiran atau perilaku tertentu yang mungkin akan menjadi misteri bagi kamu sampai sekarang. Walaupun begitu, kita harus sadar bahwa tindakan, kepribadian, dan perilaku kita berdampak besar pada cara kerja pikiran kita.
Fungsi otak dan proses mental terdiri dari 3 aspek mendasar seperti yang telah dipelajari secara ekstensif oleh para ilmuwan dan psikolog melalui ilmu tentang pikiran dan perilaku manusia. Nah, kali ini Mile bakalan kasih tahu sobat tentang fakta menarik psikologi tentang perilaku manusia yang telah Mile rangkum dari beberapa sumber. Penasaran? simak baik-baik yah.
Baca Juga :ย Baru Bangun Tidur Lihat HP? Bisa Merusak Mental
Fakta menarik psikologi manusia
1. Peristiwa yang terjadi pada awal dewasa selalu teringat

Pernahkah kamu memperhatikan bahwa orang tua sering berbicara tentang masa mudanya, atau pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa begitu banyak orang menyukai cerita tentang perjalanan hidup seseorang?
Dalam psikologi, fenomena ini disebut recollection. Kita cenderung mengingat pengalaman dari masa remaja hingga dewasa awal. Karena selama ini dalam hidup kita sudah banyak keputusan dan perubahan.
2. Yang paling tidak ‘mampu’ adalah mereka yang paling tidak menyadari ketidakmampuan mereka sendiri

Kamu mungkin pernah melihat ini di depan mata, misalnya ketika kamu berbicara tentang sesuatu dengan sekelompok temanmu. Salah satu dari mereka mungkin mengklaim bahwa apa yang ia katakan selalu benar dan apa yang kamu dan temanmu lainnya katakan selalu salah.
Tetapi sayangnya ketidakmampuan salah satu temanmu tersebut begitu jelas bagimu dan temanmu yang lainnya. Sehingga ia terus seperti itu sampai nantinya berhenti tetapi masih tidak menyadari ketidakmampuannya itu sendiri.
Nah, kamu harus tahu bahwa fenomena ini di sebut efek penyetelan Ruger, yang merupakan bias kognitif di mana seseorang berpikir mereka lebih pintar dan lebih mampu daripada yang sebenarnya. Harga diri yang rendah dan keterampilan kognitif yang buruk membuatnya melebih-lebihkan kemampuannya.
3. Orang yang agresif cenderung memiliki anjing yang lebih agresif

Studi menunjukkan bahwa ras anjing yang kejam lebih cenderung dimiliki oleh individu dengan temperamen yang keras, agresif, dan mudah tersinggung. Ini karena orang cenderung memilih teman hidup, termasuk hewan peliharaan dengan tipe kepribadian yang mirip.
Tetapi perlu kita ingat bahwa ada faktor lain yang dapat memengaruhi pilihan tipe anjing seseorang. Misalnya orang yang tidak memiliki sosial.
Baca Juga :ย Self Diagnosis, Apakah Baik Untuk Kesehatan Mental?