Event  

Dorong Pemanfaatan Metaverse, Kominfo Dukung Penuh Akselerasi Literasi Digital CfDS UGM

Literasi Digital

Milenianews.com, Yogyakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo RI), Johnny G. Plate menghadiri acara pendukung (supporting event) KTT G20 bertajuk Digital Experts Talk #10. Kegiatan bertema “Unpacking the Metaverse: Akselerasi Literasi Digital dalam Menyambut Teknologi Masa Depan” ini, juga dihadiri Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Panut Mulyono yang diselenggarakan oleh CfDS UGM, Rabu (18/5).

Acara berlangsung secara hybrid di Gedung Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada dan live streaming melalui kanal Youtube CfDS UGM.

Baca Juga : 5 Profesi Paling Dicari di Era Metaverse

Selain itu, kehadiran mereka berdua juga turut meresmikan program roadshow literasi digital dari CfDS UGM dengan nama “#CerdasDigital Akselerasi Literasi Digital”. Peluncuran tersebut dilakukan dengan oculus, salah satu alat penting dalam pemanfaatan Metaverse.

Pemerintah menyambut baik perkembangan teknologi digital, seperti Metaverse, yang sekiranya mampu membantu masyarakat agar dapat bekerja lebih produktif, efektif dan efisien.

Namun, sambutan baik itu harus diikuti dengan tingkat kesiapan yang baik pula. Mulai dari infrastruktur, regulasi, dan tingkat literasi digital dari masyarakat (SDM digital), agar pemanfaatannya dapat tepat guna dan tetap sesuai dengan nilai-nilai yang dianut bangsa.

Keterampilan digital dan literasi digital adalah satu dari tiga isu prioritas dalam Digital Economy Working Group (DEWG) G20. Indonesia mendorong penuh pengembangan literasi digital, untuk meningkatkan kesiapan masyarakat dalam kegiatan ekonomi digital dalam upaya pemulihan pasca COVID-19.

Guna meningkatkan literasi digital masyarakat, Kominfo RI bekerja sama dengan CfDS melalui program Mata Kuliah Kecerdasan Digital. Dalam rangkaian perkuliahan tersebut, masyarakat umum berkesempatan memperoleh pengetahuan mengenai berbagai digital skills dan digital mindset.

Sementara itu, Menkominfo RI, Johnny G. Plate, mengatakan bahwa, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan Metaverse karena keunggulan nilai-nilai luhur dan kearifan lokalnya.

Metaverse sendiri menyediakan wadah bagi komunitas virtual untuk saling terhubung dan melakukan aktivitas tertentu secara bersama-sama.

Pemanfaatan Metaverse di Indonesia perlu didukung oleh literasi digital masyarakat yang mumpuni. Tanpa diiringi dengan upaya peningkatan literasi digital, maka pemanfaatan Metaverse tidak akan mencapai tujuan terbaiknya. 

Baca Juga : Tangkal Konten Berbahaya di Media Sosial, CfDS Luncurkan Situs Web Anti Konten Negatif

“Salah satu gagasan dalam pembahasan isu Digital Economy Working Group (DEWG) di KTT G20 ialah people-centered digital connectivity yang berasal dari pembangunan infrastruktur digital negara G20,” kata Johny G. Plate.

“Pembangunan infrastruktur digital tidak hanya fokus pada aspek teknis saja, melainkan juga memastikan setiap pembangunan dengan kesiapan sumber daya manusianya, termasuk dalam teknologi masa depan seperti Metaverse,” ucapnya.

Dalam pengembangan Metaverse, pemerintah sebagai regulator memegang peranan penting. Pasalnya, semakin meluasnya penggunaan Metaverse tentu akan menimbulkan permasalahan-permasalahan baru di dalamnya yang perlu untuk dijawab.

Semuel Abrijani Pangerapan selaku Direktur Jenderal APTIKA Kominfo RI menambahkan, “Metaverse memunculkan peluang bagi terciptanya inovasi. Oleh karena itu, regulasi harus dibuat semoderat mungkin untuk membuat ruang untuk transformasi digital yang lebih cepat. Selain berperan sebagai regulator, pemerintah juga akan berperan sebagai fasilitator dan akselerator dalam transformasi digital,” ujarnya.

Selain melalui Roadshow #CerdasDigital yang diinisiasi dengan kerja sama bersama CfDS UGM, Kominfo RI juga berupaya meningkatkan literasi digital masyarakat melalui pendidikan formal dan non-formal.

Pendidikan non-formal mencakup dilangsungkannya kegiatan Digital Leadership Academy, Digitalent, dan Gerakan Nasional Literasi Digital.

Baca Juga : Literasi Digital Netizen Fair Kominfo Menarik Minat Ribuan Peserta

Di sisi lain, Kominfo RI juga mendukung pendidikan formal dengan membuka program beasiswa S2 dalam dan luar negeri. Guna menyukseskan program-program tersebut, Kominfo RI telah bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk di dalamnya berbagai universitas ternama dan perusahan teknologi multinasional.(Rifqi Firdaus)

 

Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *