Milenianews.com, Kediri– Merespons potensi bencana hidrometeorologi yang kerap melanda Indonesia, khususnya pada periode musim hujan, Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) turut berperan aktif dalam gladi kesiapsiagaan yang digelar di Kantor Balai Kota Kediri, Kamis (12/12/2024).
Keikutsertaan BMH dalam simulasi ini menunjukkan komitmen strategis lembaga dalam mendukung upaya mitigasi dan penanggulangan bencana, serta menegaskan perannya sebagai mitra pemerintah yang inklusif dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam gladi tersebut, BMH mengerahkan dua relawan dan satu unit mobil logistik, siap untuk mendukung simulasi penanganan bencana.
Kalaksa BPBD Kota Kediri, Joko Ariyanto, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif berbagai pihak, termasuk BMH. “Partisipasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat koordinasi dan respons cepat dalam menghadapi bencana,” ujarnya dalam rilis yang diterima Milenianews.com.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak bencana.
Imam Muslim, kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur, menegaskan bahwa kehadiran BMH merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk selalu tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam situasi darurat.
“Dengan adanya gladi ini, kami berharap dapat lebih siap membantu masyarakat yang terdampak bencana, baik dari sisi logistik maupun layanan kemanusiaan lainnya,” ungkapnya.
Imam Muslim juga menekankan pentingnya langkah-langkah preventif dan edukasi kepada masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.
Sebagai informasi, rentang waktu Oktober hingga Desember 2024 diwarnai oleh beberapa bencana hidrometeorologi di Indonesia.
Data dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) mencatat, misalnya, pada bulan November 2024, terjadi banjir bandang di Manado dan tanah longsor di Kabupaten Bogor yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang cukup signifikan.

Kejadian serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain, seperti banjir di beberapa wilayah Kalimantan, tanah longsor di beberapa titik di Sumatera, dan angin puting beliung di pesisir Jawa. Rangkaian peristiwa ini semakin menguatkan urgensi dari kegiatan gladi kesiapsiagaan seperti yang diinisiasi di Kediri.
Baca Juga : 35 Yatim dan Dhuafa di Malang Rasakan Kebahagiaan Khitan Gratis dari BMH dan Majelis Taklim Nur Khasanah
Melalui partisipasi aktif dalam gladi ini, BMH tidak hanya menunjukkan kesiapan operasionalnya, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana.
Langkah ini sejalan dengan komitmen BMH untuk terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang tangguh dan berdaya, khususnya dalam menghadapi situasi darurat dan bencana.













