SDN Bangka 3 Kota Bogor Jadi Percontohan Sekolah Sehat di Jabar

Percontohan Sekolah Sehat
SDN-Bangka-3

Milenianews.com, Bogor – SDN Bangka 3 Kota Bogor menjadi bagian dari program percontohan sekolah sehat tingkat Sekolah Dasar di Jawa Barat. Selain SDN Bangka 3 Kota Bogor, juga terdapat 50 sekolah lain dari 5 wilayah di Jawa Barat yang menjadi percontohan.

Kelima wilayah tersebut terdiri dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat. Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan ada tiga hal yang berdeda dari program Sekolah Sehat Generasi Penerus ini. Ketiga hal tersebut yakni pendekatan yang terstruktur, sistematik, dan terukur.

Baca Juga : Di Balik Suksesnya Program Kenyamanan Taman, Masih Terdapat Penanganan Kriminalitas yang Rendah

“Terstruktur karena program ini memiliki modul, silabus, konten dan konsep yang tentunya dibuat melalui riset. Kemudian, pendekatannya secara sistematik karena berkolaborasi dengan semua pihak. Dan terakhir terukur, karena harus kita ketahui ke depannya harus ada evaluasi pada perkembangan modul atau silabus maupun hal-hal lainnya. Entah harus ada yang agak kita kurangi atau revisi,” kata Bima Arya dalam konferensi pers di SDN Bangka 3, Senin (31/7)

Program Percontohan Sekolah Sehat

Bima Arya meminta Dinas Pendidikan Kota Bogor (Disdik) memastikan dalam 6-9 bulan ke depan program Sekolah Sehat di Kota Bogor terpantau dengan baik. Jangan sampai dibiarkan bergulir tanpa memastikan modul dan aspek pendukung lainnya yang akan digunakan.

“Semua harus berpartisipasi dan harus ada evaluasi serta tindakan sesudahnya. Setidaknya kita sedang membangun sistem agar dalam 9 bulan ke depan ada pembelajaran pasti yang akan terus meningkat,” ujarnya.

Di sisi lain, Dirjen PAUD Dikdas Dikmen Kemendikbud Iwan Syahril pun berharap, kolaborasi ini bisa menjadi inspirasi banyak mitra.

“Penting untuk semua pihak saling bersinergi dan berkolaborasi. Karena transformasi pendidikan di mana gerakan dan kampanye sekolah sehat merupakan kepentingan dan upaya semua pihak. Tentunya, dalam mewujudkan SDM masa depan Indonesia yang sehat, cerdas dan berkarakter. Kelak di kemudian hari, kita dapat mewujudkan mimpi generasi emas, Indonesia emas tahun 2045 secara bersama-sama,” ungkapnya.

Baca Juga : Keren! Sekolah Satu Atap Kencana yang Hampir Selesai Miliki Lapangan Rooftop

Iwan pun menambahkan, pentingnya menjaga kesehatan sekolah dalam mendukung pembelajaran yang berkualitas dengan pola hidup bersih dan sehat menjadi inti dari kampanye sekolah sehat. Ungkapnya, dalam 9 bulan ke depan, 50 sekolah di Jabar akan melakukan intervensi untuk menjadikan sekolah sebagai lingkungan pendidikan, pembiasaan, membangun pola hidup sehat dan bersih.

Kerja sama mitra

Guru Besar Departemen Ekologi Manusia (FEMA) IPB University, Sri Anna Marliyati yang hadir pun mengungkapkan, kerja sama FEMA IPB dengan Danone dalam program sekolah sehat lebih kepada pengembangan modul sekolah sehat.

“Fokus kami pada gizi dan pola asuh. IPB juga mengembangkan pre test dan post test-nya agar terlihat progres dari program ini, khususnya pengetahuan gizi, sikap gizi dan kesehatannya dan juga perilakunya. Penelitian mendalam secara sampling akan kami lakukan terhadap 50 sekolah percontohan,” jelasnya.

Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto menjelaskan, program Sekolah Sehat sebagai salah satu bentuk kolaborasi dalam mewujudkan anak-anak Indonesia menjadi generasi yang maju dengan bantuan pemerintah pusat dan daerah serta para akademisi.

Baca Juga : UNESCO Usulkan Larangan Penggunaan HP di Sekolah, Ini Alasannya!

“Kita menyasar untuk menjadikan sekolah sehat secara fisik, gizi dan imunisasi melalui tiga program yang akan diintegrasikan. Ketiga program tersebut yaitu edukasi gizi, kesehatan dan pola asuh untuk anak SD melalui isi piringku, edukasi memilih dan mengelola sampah melalui sampahku tanggung jawabku. Serta, peningkatan kapasitas dan pemberdayaan ekonomi para ibu kantin di sekolah melalui warung anak sehat. Semoga kita bersama mampu mewujudkan generasi emas tahun 2045 melalui anak-anak SD yang akan menjadi pemimpin di masa depan,” harapnya.

Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *