Milenianews.com, Jakarta – Muhammad Yusuf Zaidan, seorang mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, memiliki kesempatan untuk mengalami pengalaman kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Di UGM, Zaidan mendapat kesempatan untuk belajar mata kuliah apa pun di jurusan-jurusan Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Kali ini terdapat kisah mahasiswa Unair berbagi pengalaman menarik saat pertukaran pelajar.
Informasi tentang pertukaran mahasiswa ini awalnya Zaidan peroleh dari program studi S1 Ilmu Sejarah di Fakultas Ilmu Budaya Unair, Surabaya. Program ini adalah Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) yang berlangsung oleh Konsorsium Dekan FIB Se-Indonesia.
“Program studi yang tak ambil (kuambil) jelas–karena ini pertukaran FIB–ya seputar FIB aja yang diperbolehkan. Untuk jurusannya bebas, nggak ada ketentuan. Pokoknya, semua jurusan FIB dapat diambil,” tuturnya, melansir dari laman Unair, Selasa (25/7).
Baca juga : Raih Gelar ‘Best Student’ di Polandia, ini Kisah Ary Alumnus Unair
Zaidan memutuskan untuk mengambil beberapa mata kuliah selama di UGM, termasuk Migrasi dan Diaspora, Perkembangan Linguistik, dan Pariwisata Religi. Selain itu, ia juga memilih kuliah Sejarah Pedesaan, Sejarah Kontemporer, dan Sejarah Australia. Menurutnya, pilihan mata kuliah ini sangat relevan dengan program studinya di Prodi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Unair.
Pengalaman Menarik dalam Pertukaran Pelajar ke UGM
Bentuk ujian kreatif
Zaidan menemukan bahwa di UGM, para dosen memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk mengikuti ujian dalam berbagai medium dan tidak terbatas pada ujian tulis. Bagi Zaidan, praktik ini mencerminkan prinsip Kampus Merdeka yang memberikan kebebasan belajar kepada mahasiswa.
Selain itu, hal menarik lainnya bagi Zaidan adalah aktifnya mahasiswa dalam berdiskusi. Bahasan tugas-tugas kuliah seringkali langsung didiskusikan oleh para mahasiswa setelah dosen berikan.
Baca juga : Inilah Kisah Naini Raih Gelar Doktor di Usia 26 Tahun!
Di lingkungan kampus UGM, Zaidan juga merasakan dukungan dari para mahasiswa lainnya. Mahasiswa dari beragam budaya dan etnis berinteraksi dengan saling terbuka dan menerima satu sama lain menurut Zaidan.
Bagi teman-teman yang berencana mencoba pertukaran mahasiswa, Zaidan menyarankan untuk segera menyiapkan berkas-berkas pendaftaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Selain itu, ia juga menekankan pentingnya inisiatif dalam mencari informasi terbaru, jangan hanya menunggu info datang begitu saja.
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.