Kajian Jumat Pagi Sekolah BM 400 Jakarta: Merenungi Luasnya Rahmat Allah melalui Surah al-Fatihah

Sekolah Bakti Mulya (BM) 400 Jakarta menggelar Kajian Jumat Pagi  yang mengangkat tema "Hidup dalam Panduan Allah: Belajar dari Surah al-Fatihah", dengan narasumber Ustaz Aditiya Gilang Febiyanto, Lc., M.A., Jumat (6/11/2026). (Foto: Dok BM 400 Jakarta)

Milenianews.com, Jakarta– Surah   al-Fatihah bukan sekadar bacaan yang diulang dalam setiap rakaat shalat. Di dalamnya, terkandung pesan mendalam tentang sifat-sifat Allah, keluasan rahmat-Nya, serta kesadaran akan pertanggungjawaban manusia di hadapan-Nya.

Pesan tersebut menjadi pokok pembahasan dalam Kajian Jumat Pagi yang diselenggarakan Sekolah Bakti Mulya 400 LSS-USS Jakarta di Aula SMP BM 400 Jakarta, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (6/11/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan guru dan karyawan, serta unsur pimpinan YBKSP Bakti Mulya 400.

Mengangkat tema “Hidup dalam Panduan Allah: Belajar dari Surah al-Fatihah”, kajian ini menghadirkan Ustaz Aditiya Gilang Febiyanto, Lc., M.A. Alumnus Universitas al-Azhar Mesir itu mengajak jamaah untuk merenungi Surah al-Fatihah.

Ustaz Adit mengajak jamaah mencermati susunan ayat Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin. Dalam firman-Nya itu, Allah menyebutkan Nama Diri-Nya sebelum menegaskan bahwa Dialah Tuhan semesta alam.

Menurut Ustaz Adit, salah satu pelajaran yang dapat dipetik ialah pentingnya mengenal Allah terlebih dahulu sebelum mengakui-Nya sebagai Sang Pencipta.

Ustaz Adit juga mengingatkan, al-Fatihah memuat penyebutan berulang “ar-Rahman” dan “ar-Rahim”, yakni pada ayat pertama dan ketiga. “Pada ayat pertama, Allah menegaskan bahwa Diri-Nya Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sementara itu, ayat ketiga dalam surah al-Fatihah menekankan luasnya cakupan kasih dan sayang Allah,” kata Ustaz Adit.

Ustaz Adit menjelaskan, seluruh makhluk Allah memperoleh kasih-Nya selama mereka hidup di dunia. Hal ini sejalan dengan hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa Allah telah menciptakan 100 rahmat, tetapi menyimpan 99 rahmat di sisi-Nya.

Baca Juga : Memperkuat Fitrah Pendidik, SMP dan SMA Bakti Mulya 400 Jakarta Gelar Kajian Islami: “Mengajar dari Hati, Mendidik dengan Ruh”

Hanya satu rahmat-Nya yang turun ke bumi. “Namun, dari satu rahmat itulah seluruh makhluk di dunia bisa menyayangi satu sama lain. Adapun sayang atau sifat ar-Rahiim diperuntukkan khusus bagi hamba-hamba Allah yang beriman dan beribadah kepada-Nya,” paparnya.

Alumnus Universitas Islam Internasional Indonesia ini juga mengingatkan, rahmat Allah jauh lebih luas daripada murka-Nya. Hal itu sebagaimana hadis qudsi yang diriwayatkan Muslim dan Bukhari: “Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku.”

“Oleh karena itu, kita tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah. Mungkin saja kita sebagai hamba Allah banyak berbuat salah dan dosa, tetapi jangan pernah menjauh dari-Nya. Teruslah datang, teruslah memanggil Allah. Yakinlah bahwa rahmat Allah sangatlah luas,” ujar guru Islamic Studies SMA BM 400 Jakarta itu.

Ayat keempat surah al-Fatihah menegaskan kemahakuasaan Allah atas hari pembalasan. Menurut Ustaz Adit, “Maaliki Yaumiddin” memberi peringatan bahwa seluruh manusia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.

Karena itu, lanjut dia, penghayatan terhadap ayat tersebut semestinya mendorong tiap Muslim untuk senantiasa bermuhasabah, menjauhi kezaliman, dan memperbanyak amal saleh.

Melalui kajian ini, Bakti Mulya 400 mengajak seluruh guru dan karyawan untuk tidak berhenti pada pembacaan Surah al-Fatihah dalam ibadah sehari-hari, tetapi juga memahami dan mengamalkan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.

Dengan demikian, nilai-nilai Al-Qur’an dapat semakin hidup dan menjadi landasan dalam menjalankan kehidupan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *