Milenianews.com, Jakarta– Film Buya Hamka Vol 3 menjadi kelanjutan kisah inspiratif ulama terkemuka, Prof. Dr. Buya Hamka. Dalam sekuel ini, penonton diajak lebih dekat ke dalam kehidupan pribadi Buya Hamka, mengeksplorasi bagaimana perjalanan hidup Buya Hamka saat masa kecil, remaja dan pemuda hingga bertemu dengan para tokoh-tokoh besar.
Wakil Sekretaris LSBPI MUI yang juga sejarawan muda, Hadi Nur Ramadhan mengisahkan film Buya Hamka Vol 3 mengisahkan perjalanan sejarah dan perjuangan Hamka saat menjadi anak remaja dan berinteraksi dengan guru dan mentor-mentor hebat seperti: Syeikh Haji Rasul, Ust.Zainuddin Labay El-Yunusi, Buya AR Sutan Mansur, HOS Tjokroaminoto, Haji Agus Salim, Ki Bagus Hadikusomo dan para tokoh ulama dan pergerakan tanah air serta dunia Islam.

“Film ini mengisahkan tentang perjalanan Hamka bersama guru-gurunya dan kawan perjuangannya dalam membangun spirit patriotisme dan humanisme dari keluarga, sekaligus juga menggambarkan kegigihan Hamka dalam berjuang yang selalu di-support oleh istri, keluarga dan para sahabatnya” kata Hadi saat diwawancara peluncuran film Buya Hamka Vol 3 di Plaza Senayan Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Baca Juga : Tembus 1 Juta Penonton, Budayawan NU Ajak Masyarakat Tonton Film Buya HAMKA
Hadi menyebut, selain sumber hikmah kehidupan film Buya Hamka juga mampu menginspirasi generasi saat ini. “Film ini bukan hanya mengisahkan seseorang, melainkan sumber hikmah mutiara kehidupan dari seorang ulama teladan rakyat. Karya ini mampu menginspirasi generasi bangsa Indonesia sepanjang masa dengan kebijaksanaan dan nilai-nilai luhur yang disampaikan,” sambungnya.
Film Buya Hamka bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga menjadi tuntunan antargenerasi. “Film ini juga menjadi penghubung antargenerasi, memperkenalkan pemikiran Buya Hamka kepada generasi X, Y, dan Z. Sebagai bahan ajar dan sosok teladan sehingga dapat diikuti dan diadopsi oleh generasi masa kini dan mendatang,” kata Hadi.

Hadi juga menyebut Hamka sebagai sosok yang teguh pada kebenaran. “Buya Hamka, seorang ahli tafsir, filosof, sejarawan, budayawan dan penulis hebat yang mempunyai pribadi teguh dalam kebenaran, misalnya ketika menjalin pertemanan baik dengan Bung Karno. Namun, di saat Soekarno keluar dari jalur kebenaran dan konstitusi, Hamka tidak berdiam diri melainkan ia berani mengkritik dan memberikan nasihat kepada Soekarno,” ungkapnya.
Dengan warisan pemikiran Buya Hamka sebagai seorang ulama yang karyanya melegenda, Hadi berharap adanya gerakan penghidupan pemikiran Hamka. “Saya mengharapkan agar para pengkaji Hamka nantinya dapat berkumpul, menyatukan persepsi, dan mendorong gerakan penghidupan pemikiran Hamka yang diekspresikan melalui berbagai bahasa. Dengan demikian, pemikiran Hamka tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga mendapat pengakuan di dunia Islam dan berbagai belahan dunia lainnya,” pungkasnya dengan penuh semangat.








