Milenianews.com, Jakarta – Sekolah seharusnya menjadi tempat menimba ilmu, bukan panggung kekerasan yang ditonton lewat layar ponsel. Namun, insiden di Tunku Putra-HELP International School (TPH), Kuching, Malaysia, pada Rabu (21/10), justru menghadirkan kenyataan sebaliknya. Seorang remaja berusia 16 tahun diduga menyerang seorang guru menggunakan kapak dan menyiarkan aksinya secara langsung di media sosial.
Baca juga: Tragedi Penembakan Sekolah di Filipina, Pelaku dan Seorang Siswa Tewas
Rekaman Dihapus, Polisi Menyelidiki
Penjabat Komisaris Polisi Sarawak, Saifullizan Ishak, menyebut rekaman berdurasi 12 menit 6 detik itu memperlihatkan kejadian dari sudut pandang remaja tersebut. Rekaman kemudian dihapus oleh Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC).
Polisi menyelidiki kasus ini berdasarkan ketentuan hukum terkait dugaan penganiayaan menggunakan senjata berbahaya. Remaja itu sempat ditahan sebelum dibebaskan dengan jaminan polisi.
Keamanan Sekolah Diperketat
Pihak sekolah menyatakan guru korban dalam kondisi stabil dan sedang menjalani pemulihan. Para siswa di ruang kelas berhasil menyelamatkan diri, tanpa laporan korban luka lainnya.
Sekolah juga berencana menambah tiga petugas keamanan, memperketat pemeriksaan pengunjung, serta menyediakan konseling bagi siswa yang terdampak.
Baca juga: Tragedi Penembakan di Sekolah Oregon, Tiga Anak dan Satu Guru Tewas
Insiden ini menjadi pengingat bahwa keamanan sekolah bukan sekadar urusan pagar dan penjagaan. Ketika kekerasan masuk ke ruang belajar dan berubah menjadi tontonan digital, yang dipertaruhkan bukan hanya keselamatan, tetapi juga rasa aman yang semestinya menjadi hak setiap siswa dan guru.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.











