Milenianews.com, Bali – Di Bali, membeli bensin yang biasanya perkara beberapa menit kini bisa menghabiskan waktu berjam-jam. Sejumlah SPBU di Denpasar, Badung, dan Tabanan dilaporkan mengalami kekosongan BBM sejak awal Oktober 2026, memicu antrean panjang hingga mengganggu lalu lintas.
Distribusi Tersendat, Warga Terdampak
Pertamina menyebut kendala kapal tanker saat bongkar muat sebagai salah satu penyebab terganggunya pasokan. Di sejumlah wilayah, pengurangan jatah BBM juga dilaporkan mencapai puluhan persen, meski kondisi setiap daerah tidak sama.
Dampaknya terasa langsung bagi pekerja, pedagang, pengemudi, dan kurir. Waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja justru habis untuk mencari bensin. Ketidakpastian stok juga mendorong warga berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain.
Pasokan Ditambah, Solusi Harus Berkelanjutan
Pertamina menyatakan telah menambah pasokan, sementara pemerintah daerah memperkuat koordinasi untuk mempercepat distribusi. Sejumlah SPBU di Denpasar dan Badung juga direncanakan beroperasi selama 24 jam.
Namun, penambahan pasokan saja tidak cukup. Distribusi harus dipastikan menjangkau SPBU yang membutuhkan, disertai informasi terbuka mengenai ketersediaan BBM.
Warga membeli bensin untuk melanjutkan perjalanan, bukan menjadikan antrean SPBU sebagai agenda utama hari itu. Krisis ini semestinya menjadi evaluasi agar gangguan distribusi tidak terus dibayar dengan waktu dan tenaga masyarakat.
Baca juga: Rayakan Natal di Bali, The Trans Resort Siapkan Christmas Across Asia
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













