Milenianews.com, Depok – Suara azan dan gema khotbah tetap membubung merdu dari atas mimbar masjid, namun zaman telah membawa kebiasaan baru di tengah masyarakat. Di era ketika gawai menjadi benda pertama yang disapa saat terbangun, algoritma media sosial sering kali terasa ajaib sekaligus bikin pusing. Konten joget-joget, drama selebritis, sampai debat kusir di kolom komentar bisa FYP cuma dalam hitungan menit, sementara poster pengajian masjid sering kali cuma mentok dibaca sama pengurusnya sendiri di grup WhatsApp keluarga.
Sadar kalau syiar kebaikan tak boleh kalah wibawa dengan konten-konten yang lalu lalang tiap detik, rombongan dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) akhirnya turun gunung. Bertempat di Masjid Lathifah, Perumahan Graha Studio Alam, Kelurahan Sukmajaya, Kota Depok, mereka menggelar pelatihan Pengabdian kepada Masyarakat (PM) bertajuk Penguatan Kapasitas Digital Pengurus DKM melalui Pelatihan Konten Kreatif, Media Sosial, dan Artificial Intelligence untuk Mendukung Dakwah Masjid Lathifah pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Baca juga: PKM Internasional, Dosen UBSI Bantu UMKM Gula Gendis Asri Beradaptasi di Era Digital
Tim dosen yang dipimpin oleh Kusmayanti Solecha bersama Lita Sari Marita, Ahmad Fachrurozi, dan sejumlah mahasiswa UBSI ini memboyong amunisi penting masa kini, yakni teknologi Artificial Intelligence (AI). Tujuannya simpel, biar para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) tak cuma mahir merawat mimbar fisik, tapi juga gagah menguasai mimbar digital.
Solecha menegaskan, menguasai media sosial hari ini sudah jadi kebutuhan mendesak bagi pengelola tempat ibadah.
“Kami ingin membantu pengurus DKM agar semakin percaya diri memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung kegiatan dakwah. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya mengenal media sosial dan teknologi kecerdasan buatan, tetapi juga mampu menggunakannya secara kreatif, bijak, dan sesuai dengan kebutuhan masjid,” ujar Solecha.
Menjinakkan Kecerdasan Buatan Tanpa Kehilangan Ruh Keagamaan

Di ruang pelatihan, para pengurus masjid diajak menyelami dunia konten kreatif, strategi mengelola akun media sosial, hingga pemanfaatan AI untuk memeras ide. Jadi, saat mau bikin pengumuman jadwal kajian atau kutipan ayat bulanan, pengurus tak perlu lagi mengkerutkan dahi berjam-jam di depan layar.
Lita menyentil soal pentingnya tampilan visual dalam menyampaikan pesan kebaikan. Menurutnya, sebagus apa pun pesan agama, kalau dikemas asal-asalan, audiens anak muda bakal langsung mengusap layar ke atas.
“Konten digital bukan hanya soal tampilan yang menarik, tetapi juga bagaimana pesan dapat tersampaikan dengan jelas dan tepat. Kami berharap pengurus DKM dapat mengembangkan konten yang informatif, mudah dipahami, dan tetap mencerminkan nilai-nilai dakwah yang ingin disampaikan oleh masjid,” kata Lita.
Meski begitu, AI bukan berarti bisa dilepas liar tanpa kemudi. Fachrurozi memberi peringatan halus agar pengurus tidak pasrah 100 persen pada hasil olahan mesin, apalagi kalau urusannya sudah menyenggol pesan keagamaan.
“AI dapat membantu mempercepat proses menyiapkan materi komunikasi, tetapi hasilnya tetap harus diperiksa sebelum dipublikasikan. Pengurus perlu memastikan bahwa informasi yang dibagikan akurat, sumbernya jelas, dan pesan dakwahnya sesuai dengan konteks serta nilai yang ingin dijaga oleh masjid,” jelas Fachrurozi.
Inisiatif dosen-dosen UBSI ini disambut tangan terbuka oleh Ketua DKM Masjid Lathifah, Ustadz Maksum. Ia sadar, mempertahankan marwah masjid di era digital memang butuh keberanian untuk beradaptasi.
“Kami menyambut baik pelatihan ini yang diberikan dosen-dosen UBSI, karena pengelolaan masjid saat ini juga membutuhkan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Harapannya, ilmu yang diberikan dapat membantu pengurus menyampaikan informasi kegiatan dan pesan dakwah dengan lebih baik, sehingga manfaat masjid dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tutur Ustadz Maksum.
Baca juga: Dosen UBSI Jadi Narasumber Bimtek LLDIKTI III, Perkuat Pengelolaan Data Akademik Dosen
Kegiatan ini menjadi bukti nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui penerapan ilmu dosen dan mahasiswa UBSI untuk menjawab kebutuhan komunitas.
Lewat pelatihan berkelanjutan ini, pengurus DKM Masjid Lathifah diharapkan dapat mengembangkan komunikasi digital yang adaptif sehingga pesan dakwah tetap hadir secara konsisten, mudah diakses, dan senantiasa dekat dengan kehidupan masyarakat.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













