Milenianews.com, Jakarta – Rupanya obrolan Lomba Sihir belum benar-benar selesai. Setelah merilis album kedua, “Obrolan Jam 3 Pagi”, pada 7 Mei 2025 tahun lalu, grup asal Jakarta ini kembali membuka percakapan lewat edisi deluxe bertajuk “Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi” yang resmi dirilis pada 4 September 2026 mendatang.
Edisi deluxe tersebut menghadirkan lima lagu baru yang melengkapi 16 lagu dalam album Obrolan Jam 3 Pagi. Salah satunya adalah “Di Seberang” yang lebih dulu diperkenalkan pada 15 Juli 2026. Kelima personel Lomba Sihir, Natasha Udu, Rayhan Noor, Enrico Octaviano, Tristan Juliano, dan Hindia, menjadikan karya baru ini sebagai ruang untuk menggali cerita yang lebih personal dari album sebelumnya.
Baca juga: Dolly Parton Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun, Legenda Musik Country Tutup Usia
Gagasan menghadirkan edisi deluxe muncul tidak lama setelah Obrolan Jam 3 Pagi dirilis. Kelima personel kembali berkumpul dan merasa masih ada sisi lain yang belum selesai mereka ceritakan.
“Kami sepakat bahwa ada yang lebih dalam yang bisa digali lagi dari Obrolan Jam 3 Pagi. Ada yang lebih personal yang kami ingin utarakan,” kata Udu dalam press conference di LUC COFFEE Jakarta Selatan pada Kamis (3/9).
Hal serupa disampaikan Baskara Putra alias Hindia. Menurutnya, setelah album dirilis, konsumsi musik dan berbagai pengalaman baru membuat mereka kembali melihat karya tersebut dari sudut pandang berbeda. Keinginan untuk mengeksplorasi hal-hal baru itu kemudian menjadi alasan lahirnya edisi deluxe.
“Karena ada keinginan yang menggebu-gebu, maka dirilis edisi deluxe ini. Biar era ini selesainya puas,” ujar Hindia.
Lima lagu baru tersebut pun lahir dari proses yang sesuai dengan semangat Lomba Sihir, yakni mengobrol. Bukan hanya bertukar gagasan, mereka benar-benar duduk bersama mengerjakan musik dan membiarkan setiap personel memberikan respons terhadap cerita yang disampaikan anggota lainnya.
“Benar-benar duduk bareng mengerjakan semua musiknya,” kata Hindia. Ia menggambarkan proses penulisan lirik sebagai percakapan, ketika satu personel membuka cerita dan personel lain memberikan respons melalui bagian mereka masing-masing.
Udu menambahkan, lagu-lagu tersebut dibuat seolah-olah kelima personel sedang benar-benar curhat. Ada yang memberikan dukungan, menceritakan pengalaman dari sudut pandang berbeda, bahkan ada yang memberikan teguran.
Karena itu, lima lagu dalam “Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi” membawa cerita yang cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari. “Cerita Cinta”, misalnya, berbicara tentang bagaimana seseorang tumbuh dengan latar belakang keluarga dan pengalaman yang kemudian membentuk cara pandangnya terhadap cinta.
Sementara “Hampir” mengangkat situasi ketika seseorang berusaha memenuhi ekspektasi dari berbagai pihak dalam hidupnya, tetapi selalu merasa belum benar-benar berhasil membahagiakan semuanya.
Ada pula “Vas Bunga” yang bercerita tentang seseorang yang hanya bisa melihat perkembangan orang-orang terdekatnya dari jauh. Lagu tersebut menjadi semakin personal karena ditulis Hindia yang memang tidak selalu dapat tampil dalam pertunjukan Lomba Sihir karena kesibukannya.
Kemudian “Di Seberang” lahir dari pertanyaan-pertanyaan personal Enrico mengenai kehidupan rumah tangga. Dalam prosesnya, Hindia turut membantu Enrico menulis lirik lagu tersebut.
Sedangkan “Sedikit demi Sedikit” bercerita tentang seseorang yang sedang berusaha memahami berbagai hal dalam hidupnya. Pertemanan yang rusak, cita-cita yang gagal karena kesalahan sendiri, hingga tubuh yang mulai tidak sekuat dulu menjadi bagian dari keresahan yang kemudian menumpuk dan mendorong keinginan untuk berubah.
Kelima cerita personal tersebut kemudian dibalut dengan karakter musik Lomba Sihir yang memiliki spektrum luas. Aransemen yang cerdas, tekstur sonik yang beragam, tetapi tetap mudah dicerna menjadi cara mereka menerjemahkan percakapan tersebut ke dalam musik.
“Kami selalu membayangkan Lomba Sihir punya spektrum yang luas banget. Kami bisa main ke mana saja, kapan pun kami suka,” ujar Rayhan.
Bagi Lomba Sihir, Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi bukan sekadar tambahan untuk memperpanjang diskografi. Lima lagu tersebut justru menjadi cara mereka menyelesaikan sebuah era dengan lebih utuh.
Baca juga: Rony Parulian Rilis Album “Dunia dan Seisinya”, Usung Pendewasaan Bermusik
Hindia menilai lima lagu baru itu memungkinkan pendengar melihat sisi lain Lomba Sihir, terutama melalui penulisan yang terasa lebih detail. Rayhan pun melihat edisi deluxe ini sebagai kelanjutan dari upaya album tersebut untuk mengajak pendengar melihat lebih dekat kehidupan mereka sendiri.
“Ditambah yang edisi deluxe ini, menjadi lebih dalam dan lebih dekat lagi karena banyak banget hal kecil yang mungkin kita enggak sadar ada di sekitar tapi ternyata itu berpengaruh banyak banget sama hidup kita,” kata Rayhan.
Dengan demikian, setelah lebih dari setahun sejak “Obrolan Jam 3 Pagi” dirilis, Lomba Sihir akhirnya menutup percakapan tersebut dengan lima cerita tambahan. Bukan karena sudah kehabisan bahan obrolan, melainkan justru karena masih ada banyak hal yang ternyata belum sempat mereka katakan.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













