Milenianews.com, Jakarta – Sebuah tugas kuliah biasanya berakhir setelah mahasiswa mengumpulkannya kepada dosen. Namun, lima mahasiswa semester 2 Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) memilih jalan berbeda.
Mereka mengembangkan proyek perkuliahan menjadi artikel ilmiah. Karya tersebut bahkan berhasil terbit di Jurnal INTI Nusa Mandiri yang telah terakreditasi SINTA 3.
Artikel berjudul “Perancangan UI/UX Aplikasi Pemesanan Makanan Jepang ShokuApp pada Restoran XYZ dengan Pendekatan Design Thinking” itu berawal dari tugas pada mata kuliah UI/UX Design.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak harus menunggu memasuki semester akhir untuk menghasilkan karya akademik. Ide dari ruang kelas pun dapat berkembang menjadi penelitian dan publikasi jika mahasiswa mau mengolahnya lebih jauh.
Berawal dari Proyek UI/UX di Semester 2
Artikel tersebut merupakan karya kolaborasi Muhammad Mikail Attala, Muhammad Farrel Dimitri, Rully Faizar Ramadhan, Raffiero Yuza Musyaffa, dan Muhammad Futtuh Hafis Fajri.
Kelima mahasiswa tersebut tergabung dalam Kelompok 1 pada mata kuliah UI/UX Design.
Dalam perkuliahan, mereka tidak hanya mempelajari teori mengenai antarmuka dan pengalaman pengguna. Mereka juga mendapat kesempatan untuk menerapkan konsep tersebut melalui sebuah proyek.
Dari proyek itu, mereka kemudian melihat peluang untuk mengembangkan hasil pembelajaran menjadi karya ilmiah.
Proses tersebut membuat tugas kuliah memiliki perjalanan yang lebih panjang. Mahasiswa tidak hanya menyelesaikan proyek, tetapi juga mempelajari cara mendokumentasikan proses, menganalisis permasalahan, hingga menyusun hasilnya dalam bentuk artikel ilmiah.
Gunakan Design Thinking untuk Rancang ShokuApp
Penelitian tersebut berfokus pada perancangan ShokuApp, sebuah aplikasi pemesanan makanan Jepang untuk Restoran XYZ.
Mahasiswa menggunakan pendekatan Design Thinking dalam proses perancangannya. Pendekatan ini membantu mereka memahami kebutuhan dan permasalahan pengguna sebelum menentukan solusi desain.
Karena itu, proses UI/UX tidak hanya mengejar tampilan aplikasi yang menarik.
Mahasiswa juga perlu memahami siapa penggunanya, menemukan persoalan yang mereka hadapi, menyusun solusi, kemudian menerjemahkan solusi tersebut ke dalam rancangan antarmuka dan pengalaman pengguna.
Pengalaman itu membuat proses pembelajaran menjadi lebih dekat dengan persoalan yang dapat ditemui dalam pengembangan produk digital.
Dosen Dorong Mahasiswa Mulai Berkarya Sejak Awal
Yuris Alkhalifi, dosen mata kuliah UI/UX Design, mengapresiasi capaian kelima mahasiswa tersebut.
Menurutnya, publikasi tersebut membuktikan bahwa mahasiswa semester awal pun dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai akademik.
“Pencapaian ini menunjukkan bahwa ide, kerja keras, dan konsistensi dapat menghasilkan karya yang bernilai dan tentunya sangat membanggakan. Karya ini berawal dari proses pembelajaran mahasiswa di semester 2 di kelas bersama saya. Semoga ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk terus meneliti, berkarya, dan berkontribusi,” kata Yuris dalam keterangan rilis yang diterima pada Senin (31/8).
Ia menilai pengalaman tersebut juga dapat menjadi awal untuk membangun budaya penelitian di kalangan mahasiswa.
“Proyek yang pada awalnya menjadi bagian dari proses pembelajaran dapat dikembangkan lebih jauh menjadi karya akademik apabila mahasiswa memiliki kemauan untuk mengeksplorasi, menyempurnakan, dan mendokumentasikan proses yang telah dilakukan,” ujarnya.
Baca juga: 20 Alumni UBSI Siap Berbagi Cerita di SEMOT 2026, Buka Wawasan Karier Maba
Tugas Kuliah Bisa Menjadi Portofolio
Bagi mahasiswa UBSI, pengalaman tersebut memberikan pelajaran bahwa tugas kuliah tidak harus berhenti setelah mendapatkan nilai.
Sebuah proyek dapat berkembang menjadi penelitian. Dari sana, mahasiswa juga dapat membangun publikasi, portofolio, hingga pengalaman yang berguna ketika memasuki dunia profesional.
Hal tersebut menjadi semakin relevan bagi mahasiswa bidang teknologi. Proses belajar dapat menjadi ruang untuk mencoba berbagai gagasan sekaligus menguji kemampuan dalam menyelesaikan persoalan nyata.
Yuris berharap capaian tersebut dapat mendorong mahasiswa UBSI lainnya untuk mulai berkarya sejak semester awal.
“Capaian ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa UBSI lainnya untuk mulai melihat proses pembelajaran dari perspektif yang lebih luas. Semester awal bukan alasan untuk menunggu berkarya, karena ide yang lahir dari ruang kelas pun dapat menemukan jalannya menuju publikasi dan memberikan manfaat yang lebih luas,” jelas Yuris.
Dari Ruang Kelas Menuju Publikasi
Kisah lima mahasiswa semester 2 tersebut menunjukkan bahwa perjalanan sebuah karya tidak selalu dimulai dari penelitian besar atau proyek profesional.
Terkadang, sebuah gagasan justru muncul dari tugas sederhana di ruang kelas.
Ketika mahasiswa mau mengeksplorasi dan mengembangkan gagasan tersebut, tugas kuliah dapat menemukan bentuk baru. Bukan hanya menjadi dokumen yang dikumpulkan, tetapi juga karya akademik yang dapat dibaca dan dimanfaatkan lebih luas.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Mahasiswa pun mendapat ruang untuk mengembangkan kompetensi sekaligus menghasilkan karya selama menjalani perkuliahan.
Informasi mengenai UBSI dapat diakses melalui situs resmi bsi.ac.id, sedangkan informasi penerimaan mahasiswa baru (PMB) tersedia melalui pmbubsi.id.
Pada akhirnya, semester awal bukan alasan untuk menunggu kesempatan berkarya. Dari sebuah proyek UI/UX, lima mahasiswa UBSI membuktikan bahwa ide dari ruang kelas pun bisa melangkah hingga jurnal SINTA 3.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













