Dari Mangrove Jadi Cuan, Ibu-Ibu Pantai Bahagia Sulap Potensi Pesisir Jadi Penghasilan

Pantai Bahagia

Milenianews.com, Bekasi – Bagi sebagian orang, mangrove mungkin hanya dipandang sebagai tanaman yang tumbuh di kawasan pesisir dan berfungsi menjaga garis pantai.

Namun, bagi ibu-ibu di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, mangrove memiliki cerita yang berbeda.

Dari tanaman yang tumbuh di kawasan pesisir itu, mereka menemukan peluang untuk berkarya sekaligus menambah penghasilan keluarga.

Peluang tersebut dijalankan melalui Kelompok Bahagia dan Berkarya atau Kebaya, sebuah kelompok UMKM yang melibatkan perempuan dalam berbagai aktivitas produktif, mulai dari mengolah mangrove, membatik, hingga menanam dan membudidayakan mangrove.

Di tengah kondisi geografis Pantai Bahagia yang memiliki berbagai keterbatasan, aktivitas tersebut menjadi salah satu cara masyarakat memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar.

Dari Berkumpul hingga Menghasilkan Cuan

Sunaryah, anggota UMKM Kebaya, mengatakan kelompok tersebut memiliki sejumlah kegiatan yang melibatkan ibu-ibu dan perempuan di lingkungan Kampung Beting.

Selain memproduksi olahan berbahan mangrove, anggota kelompok juga menjalankan kegiatan membatik serta ikut dalam penanaman dan budidaya mangrove.

“UMKM Kebaya itu salah satunya kita ada produksi olahan mangrove, ada juga membatik untuk ibu-ibu dan teteh-tetehnya yang ada di sini. Ada juga penanaman mangrove yang dikelola oleh Kelompok Kebaya. Ada petani mangrovenya juga, ibu-ibunya ikut nanam,” ujar Sunaryah dalam keterangan rilis yang diterima pada Jumat (21/8).

Kegiatan tersebut memberikan ruang bagi para perempuan untuk berkumpul dan melakukan aktivitas yang menghasilkan.

Jika sebelumnya waktu berkumpul ibu-ibu identik dengan berbincang santai, kini pertemuan tersebut dapat dilakukan sembari mengolah produk dan mengembangkan keterampilan.

“Ibu-ibu paling bisanya ngerumpi, kutu-kutuan. Kita kumpul-kumpul di sini sambil ngerumpi juga bisa, sambil ngolah olahan mangrove. Selain itu bisa dimanfaatkan menjadi cuan,” katanya sambil tertawa.

Candaan sederhana tersebut menggambarkan perubahan kecil yang terjadi di tengah masyarakat.

Waktu berkumpul tetap ada, tetapi kini memiliki nilai tambah. Dari aktivitas bersama, lahir produk yang dapat dijual dan menghasilkan pendapatan.

Penghasilan Tambahan untuk Keluarga

Pendapatan yang diperoleh dari UMKM Kebaya memang belum sebesar penghasilan dari pekerjaan formal.

Namun, bagi para ibu yang menjalankannya, hasil tersebut tetap memiliki arti.

Sunaryah mengatakan penghasilan dari kegiatan kelompok dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk memberikan uang jajan kepada anak.

“Ya biar kata nggak gede-gede banget, nggak kayak gaji perusahaan. Ya ada lah buat jajan-jajan anak, biar sedikit-sedikit juga,” tutur Sunaryah.

Nilai ekonomi dari kegiatan tersebut mungkin tidak selalu terlihat besar.

Tetapi bagi keluarga, tambahan penghasilan sekecil apa pun tetap dapat memberikan manfaat. Dari hasil olahan mangrove dan aktivitas lainnya, ibu-ibu memiliki kesempatan untuk ikut membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Baca juga: Perahu Jadi Jalan ke Sekolah, Mahasiswa BSI Explore Soroti Akses Pendidikan di Pantai Bahagia

Mangrove Tak Hanya Menjaga Pesisir

Kisah UMKM Kebaya memperlihatkan bagaimana satu potensi lingkungan dapat memiliki lebih dari satu manfaat.

Mangrove memiliki peran penting bagi kawasan pesisir, termasuk dalam menjaga lingkungan dari berbagai ancaman. Namun, di tangan masyarakat Pantai Bahagia, potensi tersebut juga dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan ekonomi.

Para anggota Kelompok Kebaya tidak hanya mengambil manfaat dari mangrove melalui produk olahan. Mereka juga ikut menanam dan membudidayakannya.

Dengan demikian, aktivitas ekonomi dan kepedulian terhadap lingkungan berjalan secara bersamaan.

Mangrove tetap dirawat sebagai bagian dari ekosistem pesisir, sementara masyarakat mendapatkan ruang untuk mengembangkan keterampilan dan menghasilkan pendapatan.

Perempuan dan Potensi Ekonomi Desa

Keberadaan UMKM Kebaya juga menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari lingkungan terdekat.

Ibu-ibu yang sebelumnya mungkin memiliki keterbatasan dalam mengakses pekerjaan formal kini memiliki ruang untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi bersama.

Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat finansial, tetapi juga membuka kesempatan bagi perempuan untuk belajar, berkarya, dan berkontribusi terhadap perekonomian keluarga.

Di tengah kondisi geografis Desa Pantai Bahagia yang menantang, keberadaan kelompok seperti Kebaya menjadi salah satu bentuk kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

Mereka tidak menunggu potensi datang dari luar. Sebaliknya, potensi yang sudah ada di sekitar mereka dikembangkan sedikit demi sedikit.

Dari Lumpur Pesisir untuk Masa Depan Keluarga

Desa Pantai Bahagia memiliki banyak cerita tentang keterbatasan. Akses transportasi, kondisi geografis, hingga persoalan lingkungan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Namun, di tengah berbagai tantangan tersebut, masyarakat tetap menemukan cara untuk bergerak.

Bagi ibu-ibu Kelompok Kebaya, mangrove bukan hanya tanaman yang tumbuh di lumpur pesisir. Dari sana muncul aktivitas membatik, pengolahan produk, penanaman, hingga peluang mendapatkan penghasilan tambahan.

Hasilnya mungkin belum sebanding dengan gaji pekerjaan formal. Namun, ketika hasil tersebut dapat digunakan untuk membeli kebutuhan kecil atau sekadar memberikan uang jajan bagi anak, ada nilai yang lebih besar di baliknya.

Di Pantai Bahagia, akar mangrove yang tumbuh di kawasan pesisir ternyata juga ikut menumbuhkan harapan.

Harapan bahwa lingkungan dapat tetap dijaga, perempuan dapat terus berkarya, dan dari potensi sederhana yang ada di sekitar rumah, keluarga dapat memperoleh sedikit tambahan untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *