Milenianews.com, Jakarta – Sekolah mestinya menjadi tempat anak-anak sibuk mengejar nilai, bukan mencari tempat berlindung dari suara tembakan. Namun, pada Selasa (18/8), lingkungan sekolah yang terkait dengan Ateneo de Zamboanga University di Zamboanga City, Filipina, berubah menjadi lokasi tragedi ketika seorang siswa menembak seorang siswa lain sebelum kemudian mengakhiri hidupnya. Dua orang lainnya dilaporkan terluka.
Insiden tersebut juga disiarkan sebagian melalui Facebook menggunakan kamera yang dikenakan pelaku. Polisi mengatakan pelaku, siswa kelas 9, memasuki gedung sekolah dan sempat menembak ke arah seorang guru sebelum menembak siswa kelas 10. Setelah itu, ia menuju lantai lima dan mengakhiri hidupnya.
Baca juga:Â Penembakan di Thailand Tewaskan 8 Orang, Remaja 14 Tahun Diduga Jadi Pelaku
Kepanikan Menyebar
Suara tembakan membuat siswa berhamburan mencari keselamatan. Ratusan siswa kemudian dievakuasi dari gedung sekolah, sementara pihak berwenang mengamankan lokasi dan meminta masyarakat tidak menyebarkan rekaman atau informasi yang belum terverifikasi.
Pihak Ateneo de Zamboanga menyampaikan duka dan memastikan keselamatan siswa menjadi prioritas. Kegiatan belajar juga dihentikan sementara setelah insiden tersebut. Pemerintah Kota Zamboanga kemudian menetapkan 19 Agustus 2026 sebagai hari berkabung.
Senjata dan Motif Jadi Sorotan
Menurut laporan Reuters, senjata yang digunakan diduga berasal dari milik ayah pelaku, seorang pejabat bea cukai. Penyelidik masih mencari motif dan berencana menelusuri aktivitas daring serta riwayat gim pelaku untuk memahami latar belakang serangan.
Tragedi ini menjadi semakin mengkhawatirkan karena merupakan penembakan sekolah fatal kedua di Filipina dalam waktu kurang dari dua bulan. Pada Juni 2026, tiga siswa tewas dan 13 lainnya terluka dalam penembakan di sebuah sekolah di Tacloban.
Filipina memang memiliki aturan kepemilikan senjata yang ketat, tetapi keberadaan senjata ilegal dan akses terhadap senjata tetap menjadi persoalan.
Baca juga:Â Penembakan Brutal di Bondi Beach: 16 Tewas, Serangan Diduga Terinspirasi ISIS
Pada akhirnya, tragedi di Zamboanga meninggalkan pertanyaan yang jauh lebih besar daripada siapa pelakunya. Bagaimana sekolah bisa benar-benar menjadi tempat aman jika kekerasan dapat masuk hanya dalam hitungan menit?
Jawabannya tidak cukup dengan menambah penjagaan setelah tragedi terjadi. Yang dibutuhkan adalah pencegahan, pengawasan senjata, dukungan kesehatan mental, serta sistem keamanan yang bekerja sebelum suara tembakan terdengar.
Sebab, sekolah seharusnya mengajarkan anak-anak bagaimana menghadapi masa depan—bukan bagaimana menyelamatkan diri darinya.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.







