Pidato Inspiratif Wisuda BM 400, Sudirman Said: Kita Harus Optimistis  Indonesia Mampu Naik Kelas

Suasana wisuda Sekolah BM 400 yang digelar di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (11/6/2026). (Foto: Dok BM 400)

Milenianews.com, Jakarta– Tokoh nasional Sudirman Said, S.Ak., MBA., memberikan pidato inspiratif pada acara swisuda Sekolah BM 400 yang digelar di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (11/6/2026). Acara wisuda itu mengusung tema “Shaping Excellence, Empowering Indonesia’s Future”. Ia menyampaikan pandangan optimistis bahwa Indonesia adalah negara yang terus tumbuh dan meningkatkan kemandirian untuk menggendong beban dalam kegiatan bernegara.

“Kita harus optimistis bahwa Indonesia mampu naik kelas dari periode ke periode karena kita memiliki siklus negara dua puluh sampai tiga puluh tahunan,” kata Sudirman Said.

Namun, ia  juga mengingatkan adanya tantangan riil seperti adanya bottleneck effect dalam dunia pendidikan di mana tidak semua siswa lulusan SD masuk SMP, SMP ke SMA, maupun SMA ke bangku kuliah. Selain itu, tidak semua lulusan bisa terserap di dunia kerja dan banyak pekerja yang mendapatkan upah di bawah UMK serta belum tentu mendapatkan asuransi kesehatan. “Dari seluruh pencari kerja, tidak semuanya bisa mendapatkan pekerjaan formal,” ujarnya.

Baca Juga : AHY: Sekolah BM 400 telah Berada di Jalur yang Tepat dalam Mempersiapkan Siswanya untuk Menjadi Calon Pemimpin Bangsa

Ia memaparkan jika pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) terus berjalan tanpa kesiapan, Indonesia berisiko kehilangan hingga 70% lapangan kerja konvensional. “Ini menjadi tantangan bagi para lulusan masa kini,” kata Sudirman Said.

Ia memuji Sekolah BM 400 karena dinilai telah sukses menyeimbangkan antara pengetahuan akademik dan penanaman nilai karakter. Hal ini diharapkan dapat menjadi bekal dalam menghadapi berbagai tantangan dunia.

Lebih lanjut, Sudirman Said memberikan pesan filosofis penting berupa gerakan choose God, not godfathers, yang berarti “Selalu memilih keluhuran, kebaikan, dan ketulusan dalam bertindak”.

Ia  juga menambahkan bahwa credibility is your passport, di mana kredibilitas merupakan gabungan dari integritas, kompetensi, dan intimasi atau seberapa luas hubungan kita melalui organisasi dan komunitas. “Pada  saat yang sama, kita juga harus menjaga ego kita,” Kata Sudirman Said.

Sebelumnya, kata sambutan disampaikan oleh CEO Sekolah Bakti Mulya (BM) 400 Dr. Sutrisno Muslimin MSi, dan orasi ilmiah disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Dr. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A. (AHY).

Memasuki agenda inti, prosesi wisuda dilakukan dengan khidmat di mana siswa satu per satu maju ke atas panggung sebagai simbol kelulusan. Suasana haru dan bangga menyelimuti ruangan saat para wisudawan bersama-sama membacakan Triprasetya Wisudawan.

Acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan bagi lulusan terbaik tahun ini. Wisudawan Terbaik tahun ini adalah Matteo Layl Madian (SD), Cinta Aleesya Zahra Saputra (SMP), Kayla Putri Azzahra (SMA). Prosesi penghargaan ini ditandai dengan penandatanganan prasasti penghargaan oleh Ketua Senat, diikuti dengan pemberian sertifikat dan sesi foto bersama.

Kebahagiaan tersebut kemudian dilanjutkan oleh penampilan memukau tim Choir gabungan siswa SD, SMP, dan SMA. Tim choir membawakan Medley lagu daerah Bungong Jeumpa, Kicir-Kicir, dan Manuk Dadali.

Baca Juga : Sekolah Bakti Mulya 400   Gelar Wisuda SD, SMP, dan SMA di Sasana Kriya TMII, Angkat Tema “Shaping Excellence, Empowering Indonesia’s Future”

Setelah pidato inspiratif Sudirman Said, Acara dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan orang tua murid disampaikan oleh Bapak Herman Khaeron, M.Si., ayah dari Faiha yang merupakan siswi kelas 9 SMP BM 400 Jakarta. Ia mengungkapkan rasa syukur dan melihat perubahan yang luar biasa di mana anak-anak tumbuh menjadi insan berilmu dan berakhlak mulia.

Anaknya  menjadi semakin mandiri dan menunjukkan karakternya, sehingga diputuskan untuk melanjutkan sekolahnya ke SMA BM 400. Hal ini diakuinya tidak lepas dari dedikasi guru-guru yang menempa karakter siswa agar belajar berinteraksi dengan dunia luar, berempati, serta kolaborasi.

“Guru tidak hanya menuntut siswa menghafal, tetapi telah menyalakan lentera untuk memicu semangat belajar sepanjang hayat,” ungkap Herman Khaeron.

Sebagai orang tua, ia  sangat percaya bahwa bekal kegigihan, kejujuran, dan percaya diri yang diserap di BM 400 akan menjadi senjata terbaik untuk melangkah penuh keberanian disertai dukungan orang tua dalam setiap embusan napas.

Setelah itu, ada sambutan dari perwakilan wisudawan terbaik jenjang SD, SMP, dan SMA yang menyampaikan kesan pesan selama menempuh pendidikan di BM 400. Ketiga siswa menyampaikan terima kasihnya atas bimbingan para guru. Mereka juga berharap agar seluruh wisudawan dapat menempuh pendidikan berikutnya dengan penuh kesuksesan.

Berikutnya, suasa ruangan berubah menjadi penuh haru saat sesi persembahan wisudawan. Diiringi lagu Ayah dan Bunda, para siswa maju menghampiri orang tua masing-masing untuk menyerahkan setangkai bunga sebagai simbol terima kasih dan bakti. Momen emosional ini disusul dengan persembahan lagu “Saat Kau Telah Mengerti” dari Virgoun, yang dinyanyikan secara menyentuh oleh paduan suara guru-guru Sekolah BM 400.

Rangkaian acara wisuda yang berlangsung seharian ini ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin secara khusyuk oleh Ust. Muhammad Haiqal, Lc. Ketua Senat kemudian secara resmi mengetuk palu penutupan sidang akademik, menandai berakhirnya prosesi wisuda yang dilanjutkan dengan penampilan hiburan dari para wisudawan serta sesi ramah tamah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *