News  

Gubernur Sumbar Kunjungi Perpustakaan Dewan Dakwah, Siap Kolaborasi Lestarikan Warisan Intelektual Ulama Minang

Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi Ansharullah mengunjungi Perpustakaan Dewan Da'wah di Gedung Menara Dakwah, Jl. Kramat Raya No. 45, Jakarta Pusat, Sabtu (18/04/2026). (Foto: Dok Dewan Dakwah)

Milenianews.com, Jakarta– Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi Ansharullah memenuhi undangan khusus dari Kepala Biro Perpustakaan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Hadi Nur Ramadhan, untuk berkunjung ke Perpustakaan Dewan Da’wah di Gedung Menara Dakwah, Jl. Kramat Raya No. 45, Jakarta Pusat, Sabtu (18/04/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Hadi memaparkan hasil riset perjalanan Dewan Dakwah dan dokumentasi karya ulama Minang yang tersimpan di Perpustakaan Dewan Dakwah. Beberapa tokoh pendiri Dewan Dakwah asal Minang yang karyanya telah terdokumentasi antara lain Mohammad Natsir, Buya Malik Ahmad, Prof. Zainal Abidin Ahmad, Buya Mansoer Daud Datuk Palimokajo, Haji Buchari Tamam, Buya Nawawi Dusky, Prof. Muchtar Lintang, Haji Abdul Hamid, dan KH. Rursyad Nurdin.

“Tanah Minang kental dengan nilai-nilai sejarah pergerakan. Nama-nama tokoh tersebut hanyalah sampel dari sekian banyak kekayaan intelektual Minang yang perlu diapresiasi pemerintah dan masyarakat,” ujar Hadi Nur Ramadhan.

Menanggapi hal itu, Gubernur Mahyeldi menyampaikan apresiasi tinggi. Ia menegaskan pentingnya menginformasikan kekayaan intelektual ulama Minang kepada publik luas. “Insya Allah, dalam waktu dekat akan dibuat kegiatan kebudayaan dan peradaban yang menginformasikan kekayaan intelektual tokoh-tokoh tanah Minang,” kata Buya Mahyeldi.

Gubernur juga membuka peluang kerja sama konkret. “Saya berharap besar Perpustakaan Dewan Dakwah yang begitu banyak data bisa berkolaborasi dengan Pemprov Sumbar dalam membangkitkan literasi sejarah peranan tokoh-tokoh Minang bagi kemajuan umat dan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Hadi menambahkan, kontribusi ulama Minang sangat besar bagi sejarah keislaman Indonesia. Ia mencontohkan peran Syeikh Khatib Al-Minangkabawi sebagai guru bagi KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan. “Lahirnya Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah sejatinya tidak terlepas dari jasa beliau,” jelasnya.

Selain itu, Hadi mendorong agar rumah-rumah bersejarah tokoh di Sumatera Barat dijadikan pusat kebudayaan dengan pendekatan edukasi pariwisata. “Generasi muda harus merawat ingatan sejarah. Dengan belajar sejarah kita bisa melanjutkan perjuangan dalam bingkai persatuan Indonesia,” tegasnya.

Dalam kunjungan itu, Buya Mahyeldi turut membuka arsip dan foto-foto bersejarah tokoh Minang seperti Haji Agus Salim, Bung Hatta, Sjafruddin Prawiranegara, Mohammad Natsir, KH Isa Anshari, Syaikhah Rahmah El Yunusiyah, dan Buya Hamka. Kunjungan ini dilakukan setelah perhelatan tahunan Haflah dan Silaturahmi bersama Keluarga Besar Dewan Dakwah.

Pertemuan selama dua jam ini menghasilkan komitmen bersama untuk melanjutkan kerja-kerja peradaban di tanah Minang melalui literasi, dokumentasi, dan edukasi sejarah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *