News  

Sumur Bor Ke-261 BMH Hadir di Malang, Santri kini lebih Tenang Akses Air Bersih

BMH meresmikan sumur bor ke-261 di Jawa Timur,  berlokasi di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Al-Manaf, Desa Amadanom, Malang,  pada 14 April 2026. (Foto: Dok BMH)

Milenianews.com, Malang– Rasa syukur dan bahagia tampak dari wajah para santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Al-Manaf, Desa Amadanom, Malang, Jawa Timur. Ketersediaan air bersih yang selama ini menjadi kendala, kini mulai teratasi setelah BMH meresmikan sumur bor ke-261 di Jawa Timur, di pondok pesantren tersebut, pada 14 April 2026.

Kehadiran sumur bor ini langsung memberi dampak nyata. Sebanyak 754 penerima manfaat, yang terdiri dari santri dan masyarakat sekitar, kini memiliki akses air yang lebih stabil untuk kebutuhan sehari-hari.

Sebelumnya, keterbatasan air menjadi tantangan tersendiri. Pasokan dari PAM yang tidak menentu, ditambah sumber air yang belum mencukupi, membuat aktivitas ibadah dan kebutuhan harian sering terganggu.

Pengasuh pesantren, Gus Hamdan Al Manaf, mengungkapkan kondisi tersebut.  “Sebelum ada sumur bor ini, kami sering kesulitan air karena PAM sering mati, meskipun sudah ada sumur namun belum mencukupi. Alhamdulillah sekarang kebutuhan air bisa terpenuhi dengan lebih baik,” ujarnya.

Perubahan ini juga dirasakan langsung oleh para santri. “Terima kasih,  Kakak-kakak BMH. Sekarang kami lebih mudah mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Fitriah Khoir.

Baca Juga : BMH Resmikan Sumur Bor Ke-260 di Malang, Akses Air Bersih Kini Lebih Stabil

Melihat dampak tersebut, BMH menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren.

Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan. “Sumur bor ini merupakan titik ke-261 yang telah direalisasikan BMH di Jawa Timur. Kami berharap manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” jelasnya.

Dengan hadirnya sumur bor ini, aktivitas ibadah, kebersihan, dan kehidupan sehari-hari di pesantren menjadi lebih terjaga. Tidak hanya itu, fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sehingga memperluas dampak kebermanfaatannya.

Baca Juga : Dari Air yang tak Pasti ke Ketersediaan yang Pasti, Sumur Bor BMH Ke-259 Ubah Ritme Hidup Pesantren di Malang

Upaya penyediaan air bersih ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin akses air bersih dan sanitasi layak.

“Dari satu titik sumur bor, terlihat bagaimana pengelolaan zakat, infak, dan sedekah mampu menghadirkan solusi konkret yang mendukung kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” tutup Muslim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *