Milenianews.com, Jakarta – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah belakangan ini sukses membuat dunia ketar-ketir, terutama ketika konflik mulai merembet ke jalur-jalur perairan strategis. Salah satu titik paling vital adalah Selat Hormuz, yang ibarat “urat nadi” lalu lintas minyak global. Bagi Indonesia, kecemasan ini sangat beralasan karena beberapa armada kapal raksasa pengangkut energi kita sempat berada tepat di area rawan tersebut.
Namun, masyarakat Indonesia kini bisa sedikit bernapas lega. Di tengah eskalasi konflik, PT Pertamina International Shipping (PIS) membawa kabar baik mengenai status armada dan pasokan energi nasional.
Baca juga: Ketika Energi Jadi Alat Kekuasaan: Menelusuri Bayang Korupsi Pertamina
Kabar Baik: PIS Rinjani dan PIS Paragon Berhasil Keluar
Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengonfirmasi bahwa dari empat unit kapal milik perusahaan yang beroperasi di kawasan Timur Tengah, dua di antaranya sudah berhasil keluar dari zona konflik. Kedua kapal tersebut adalah, kapal PIS Rinjani yang sebelumnya sedang berlabuh di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab (UAE) dan kapal PIS Paragon yang sebelumnya sedang melakukan aktivitas bongkar muat (discharge) di Oman.
“Dari empat unit kapal milik PIS, dua kapal tercatat telah beranjak dari area konflik, yaitu kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon,” ujar Vega dalam keterangan tertulisnya yang dikutip dari laman Kompas, Kamis (12/3/2026).
Dua Kapal Masih Tertahan, Bagaimana Kondisinya?
Meskipun dua kapal sudah lolos, saat ini masih ada dua armada raksasa kebanggaan Indonesia yang berada di kawasan Teluk Arab, yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.
Keduanya saat ini sedang berstatus standby alias menunggu situasi dan jalur benar-benar aman untuk bisa melintasi Selat Hormuz. Pertamina Pride diketahui sedang menjalankan misi penting, yakni mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk kebutuhan energi dalam negeri, sementara Gamsunoro melayani kargo milik konsumen pihak ketiga.
Meski masih berada di kawasan Teluk Arab, pihak Pertamina menegaskan bahwa kondisi kedua kapal beserta seluruh krunya dalam keadaan aman.
Jangan Panik, Pasokan Energi RI Tetap Solid
Tertahannya kapal pembawa minyak mentah tentu memunculkan pertanyaan: Apakah stok BBM kita bakal aman?
Kekhawatiran ini langsung dijawab tegas oleh Pertamina. Rantai pasok dan distribusi energi nasional dipastikan tidak akan goyah hanya karena dua kapal tersebut masih menunggu jadwal melintas. Mengapa? Karena Pertamina Group memiliki lapisan sistem pertahanan energi yang kuat.
Pertama, adanya dukungan armada masif yang berjumlah sekitar 345 armada kapal lain di bawah pengelolaan entitas Pertamina Group yang terus bergerak mendistribusikan energi. Kedua, adanya skenario mitigasi dari Pertamina dan pemerintah yang telah menyusun metode reguler, alternative, hingga emergency untuk memastikan distribusi energi tidak terputus.
Dan yang tak kalah pentingnya, pemantauan 24/7 dari Tim PIS yang melakukan pemantauan intensif selama 24 jam penuh secara real-time terhadap semua armada dan kru, berkoordinasi langsung dengan otoritas maritim dan pihak berwenang di Timur Tengah.
Gemanya di Media Sosial
Keberhasilan evakuasi dan jaminan keamanan ini juga ramai diperbincangkan di media sosial, memberikan rasa tenang bagi masyarakat. Mengutip akun Instagram @ahquote, Kamis (12/3), turut menyoroti respons cepat Pertamina dengan membagikan ringkasan situasi.
“PT Pertamina International Shipping (PIS) menyatakan dua kapal miliknya, PIS Rinjani dan PIS Paragon, telah berhasil keluar dari wilayah konflik di Timur Tengah. Sementara dua kapal lainnya, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di Teluk Arab… Menurut Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita, kedua kapal tersebut dalam kondisi aman, dengan Pertamina terus memantau armada secara real-time…,” ungkap dari postingan tersbeut.
Baca juga: Pemerataan BBM Satu Harga Di Papua, Pertamina Mengaharapakan Campur Tangan Pemerintah
Postingan-postingan semacam tersebut sangat membantu meredam potensi panic buying di tengah masyarakat yang seringkali sensitif terhadap isu krisis energi.
Di tengah lautan konflik yang sulit ditebak, langkah cepat dan taktis sangat dibutuhkan. Lolosnya dua kapal Pertamina dan amannya kondisi kru yang masih tertahan menunjukkan bahwa manajemen krisis energi kita berjalan dengan baik. Selama rantai pasokan domestik dan alternatif internasional terus dijaga ketat, motor penggerak ekonomi Indonesia tidak akan kehabisan bahan bakarnya.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













