Kamu yang Terlalu Peduli, Ini 5 Tanda Superhero Syndrome

Milenianews.com – Superhero syndrome, kondisi seseorang yang selalu ingin menolong orang lain dan ingin menjadi sosok sang pahlawan. Buat kamu yang terlalu peduli, sikap peduli pada orang lain memang bagus, namun jika berlebihan maka kamu bisa jadi mengidap superhero syndrome. Ini 5 tandanya:

Bahagia, namanya sering diberi pujian

Foto: ilustrasi bahagia diberi pujian

Perasaan bahagia dan senang jika ada orang lain memuji dan menyanjung namamu. Ada rasa ketagihan ketika orang lain mengelukan nama kamu. Dan kamu sangat merasa bahagia sekaligus senang jika ada orang lain menyanjungmu.

Baca juga: Sobat Milenia, Mudah Menangis Atau Mudah Tertawa?

Tidak bisa menolak permintaan bantuan orang lain

Foto: ilustrasi Tidak bisa menolak

Menolong orang lain juga sangat baik. Namun bagi kamu yang sudah mengidap superhero syndrome sudah pasti tidak bisa menolak jika ada orang lain butuh bantuan. Akan bisa menjadi masalah jika hal ini justru dimanfaatkan orang lain. Karena kamu jadi sangat mudah dimanfaatkan dan dimanipulasi.

Ingin dianggap penyelamat

Foto: ilustrasi Ingin dianggap penyelamat

Bagi yang hobi dengan pencitraan sangat mirip dengan hal ini. Ingin dianggap sebagai penyelamat dimana-mana. Menolong orang tapi dengan maksud mendapat citra baik di mata orang lain.

Ingin dilihat kuat dan dianggap pahlawan

Foto: ilustrasi Ingin dianggap pahlawan

Pengidap superhero syndrome selalu ingin dilihat kuat dan dianggap pahlawan. Ia selalu ingin mengerjakan semua sendiri meski dalam kerja tim sekalipun. Ia ingin terlihat sebagai pahlawan bagi orang lain.

Baca juga: Sobat Milenia Wajib tau, Tipe Kawan yang tidak bisa Dijadikan Tempat Curhat

Menjalin hubungan atas dasar simpati

Foto: ilustrasi Menjalin hubungan atas dasar simpati

Dan ini sikap yang sangat merugikan bagi pasangan. Ia menjalin hubungan bukan atas dasar komitmen untuk hidup bersama dan saling melengkapi. Namun hubungan yang terjalin hanya atas dasar simpati. Sangat menyakitkan jika pasangan mengetahuinya, karena berhubungan hanya atas dasar simpati dan ingin menolong bukan karena ingin saling melengkapi.

 

Jika kamu mengenali dan mendapati kawanmu ada yang memiliki sikap seperti ini maka kendalikan syndrome-nya atau perlahan tinggalkan saja agar tidak merugikan masa depanmu. (Umi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *