Milenianews.com, Jakarta – Perubahan lanskap keuangan digital yang kian pesat mendorong Generasi Z (Gen Z) untuk dibekali pemahaman dan keterampilan di dunia finansial digital yang adaptif. Menjawab kebutuhan krusial ini, Cyber University sebagai The First Fintech University in Indonesia sukses menggelar seminar “Gen Z Finance 2026: Tools, Trends, and Tech You Need to Know” pada Rabu (17/12).
Acara tersebut menghadirkan Rizky Hesananda, Partner of Digital Community, sebagai narasumber utama yang memaparkan posisi strategis Gen Z dalam ekosistem keuangan digital yang terus berkembang. Saat seminar berlangsung, narasumber yang kerap dipanggil Hesa ini menekankan pergeseran peran Gen Z.
“Pada tahun 2026, Gen Z tidak lagi dipandang sebagai pasar masa depan, melainkan telah menjadi aktor ekonomi aktif yang berperan langsung dalam pengambilan keputusan finansial,” ujar Hesa dalam rilis yang diterima milenianews.com, Kamis (18/12).
Ia menambahkan bahwa generasi yang tumbuh di era digital ini memiliki karakteristik unik, seperti pola pikir mobile-first, kebiasaan transaksi cashless, pengambilan keputusan secara real-time, serta orientasi pada nilai etika, transparansi, dan keberlanjutan. Ini tercermin dari pergeseran pertanyaan mereka, “Gen Z kini tidak lagi bertanya ‘bank mana yang paling besar’, melainkan ‘aplikasi mana yang paling cepat dan transparan’,” jelasnya.
Hesa juga memaparkan bahwa Gen Z cenderung mengandalkan aplikasi dibandingkan institusi keuangan konvensional, dengan pengalaman pengguna (UX) dan kecepatan layanan menjadi prioritas utama. Selain itu, fenomena multisumber pendapatan seperti freelance, side hustle, dan keterlibatan dalam creator economy menjadi ciri khas generasi ini. Meskipun literasi keuangan mereka meningkat, kesadaran akan risiko keuangan belum sepenuhnya seimbang.
Seminar ini turut mengupas beragam tools keuangan yang jamak digunakan Gen Z, mulai dari e-wallet dan super app untuk transaksi harian, digital banking dengan fitur smart insight, aplikasi pengelolaan keuangan berbasis AI, hingga platform investasi dan pengelolaan aset seperti micro-investing, fractional stock, crypto asset, dan robo-advisor. Teknologi inti seperti Artificial Intelligence (AI), Big Data & Analytics, Open Banking API, Blockchain, serta sistem Cybersecurity menjadi penopang layanan-layanan tersebut.
Namun, Hesa mengingatkan bahwa tantangan terbesar dalam keuangan Gen Z bukan terletak pada ketersediaan teknologi, melainkan pada keamanan dan kontrol data pribadi. Risiko lain yang perlu diwaspadai mencakup overconfidence dalam investasi, fenomena FOMO (Fear Of Missing Out), perilaku konsumsi impulsif melalui paylater, serta minimnya perencanaan keuangan jangka panjang.
Nadira, seorang peserta dari SMKN 67 Jakarta, mengungkapkan apresiasinya terhadap seminar ini. “Melalui seminar ini, saya dapat memahami tren dan risiko keuangan digital secara lebih menyeluruh, serta mampu membangun kebiasaan finansial yang sehat dan berkelanjutan untuk menghadapi dinamika ekonomi di masa depan. Terima kasih Cyber University,” ujarnya.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.













